Lombok Post
Giri Menang Headline

KPA Duga Enam Pelajar Terlibat Prostitusi

Sekretaris KPA Lobar H Djunaidi

*Ketahuan Idap Penyakit Infeksi Menular Seks

GIRI MENANG – Kabar tak enak datang dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Lobar. Lembaga ini mendeteksi enam pelajar perempuan yang menderita penyakit infeksi menular seks (IMS). KPA tegas mengisyaratkan, kalau enam pelajar itu terlibat aktivitas prostitusi.

a�?Laporan kita terima dari Puskesmas Batulayar. Penyakit infeksi menular seks ini pintu masuk HIV/AIDS,a�? kata Sekretaris KPA Lobar H Djunaidi, kemarin.

Penyakit IMS ini biasanya menyerang orang yang melakukan seks bebas atau berganti pasangan. Menurut Djunaidi, oknum pelajar itu diduga terlibat dalam praktik prostituasi. Itu diperkuat dengan data yang didapatnya dari Puskesmas. a�?Kami menduga oknum pelajar yang terkena IMS terlibat prostitusi,a�? duga dia.

Ia menuturkan, dirinya pernah mendapat cerita pelajar yang menderita IMS. Oknum pelajar itu terobsesi memiliki telepon genggam bagus seperti yang dipakai rekannya.

Untuk mendapatkan telepon genggam impiannya, oknum pelajar menempuh jalan pintas. Dia memaksakan diri menjadi pelayan pria hidung belang. a�?Itu salah satu contoh kasus yang kami temukan,a�? ujarnya.

Ia menegaskan, penyakit IMS ini harus segera ditekan. Peran orang tua dan sekolah sangat penting. Terutama dalam mengawasi perilaku anaknya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) sendiri, sambung dia, membuat terobosan untuk menekan penyakit IMS itu meluas. Caranya, mengadakan kegiatan bernama aku bangga aku tahu. Dalam kegiatan itu, Dikbud mensosialisasikan bahaya HIV/AIDS. Nantinya, para peserta dari kalangan pelajar akan menyebarkan informasi itu rekannya yang lain.

a�?Kami belum dapat data keseluruhan penderita IMS di Lobar. Kami baru terima laporan dari satu puskesmas,a�? terang dia.

Djunaidi menegaskan, penanggulangan HIV/AIDS ini sudah dibuat aturan. Pemkab Lobar mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 74 Tahun 2014 tentang Pencegahan Dan Penanggulangan HIV/AIDS. Khusus tempat hiburan malam, lanjut dia, manager dan owner berkewajiban memberikan sosialisasi terhadap karyawan dan karyawatinya.

Para karyawan disyaratkan untuk menunjukan kartu kunjungan kesehatan dari puskesmas. Dalam kartu itu, semua penyakit yang diderita tertera. a�?Itu yang kita kami tekankan untuk pemilik karaoke dan SPA. Karyawan dan karyawati harus memiliki kartu sehat,a�? tandas dia. (jlo/r12)

Berita Lainnya

Didukung Warga, Ustad Budi Tak Gentar Dikepung Calon Petahana

Redaksi Lombok Post

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Mohan Bikin Kejutan di Mataram Jazz & World Music Festival 2018

Redaksi LombokPost

Setengah Hati Urusi Bisnis “Nakal”

Redaksi LombokPost

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Gempa Lagi, Panik Lagi

Redaksi Lombok Post

Pintu Beasiswa Eropa Terbuka Lebar untuk Pelajar NTB

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Lombok Belum Stabil

Redaksi Lombok Post

Dompet PNS Makin Tebal, Pemkot Siapkan Rp 363 Miliar

Redaksi Lombok Post