Lombok Post
Kriminal

Makanan Pakai Pewarna Tekstil Beredar

BAHAYA : Petugas BBPOM, Satpol PP dan Kepala Pasar Dasan Agung, Malwi menunjukkan kerupuk mengandung borak yang disita

MATARAM a�� Pengusaha nakal sepertinya tidak pernah kapok. Meski sering dirazia, namun mereka tetap melakukan aksi curang. Bahan makanan seperti terasi, kerupuk dan mi basah mengandung zat berbahaya.

Dalam operasi gabungan antara Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, Diksoperindag Mataram, Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan pengelola pasar kembali menemukan bahan makanan berbahaya. Di antaranya, terasi yang medicampur dengan pewarna kain rhodamin B, mi basah dan kerupuk yang mengadung borak.

Kepala Bidang Mitrologi dan Perlindungan Konsumen, Diskoperindag Mataram H Taufikurrahman mengungkapkan, di Pasar Dasan Agung, petugas menguji 37 sampel makanan. Diantaranya, kerupuk, terasi dan mi basah. Hasilnya, 15 sampel positif mengandung zat berbahaya. Satu sampel terasi yang dicampur menggunakan pewarna pakaian atau rhodamin B. Zat ini jelas sangat berbahaya bagi menusia. Sebab ini harusnya hanya digunakan untuk pewarna tekstil. a�?Inikan untuk pewarna kain, bukan terasi,a�? katanya.

Selain itu, satu sampel mie basah dan 13 sampel kerupuk mengandung borak. Bahan makanan yang positif mengandung zat berbahaya kemudian disita.

Petugas BBPOM Mataram Hardiono Adisaputra menjelaskan, rhodamin B dan borak adalah jenis bahan yang membahayakan keselamatan konsumen. Bila terus dikonsumsi dalam waktu panjang, zat-zat tersebut akan mengendap dan menyebabkan berbagai macam penyakit. Seperti gangguan pencernaan, kangker, hingga merusak organ dalam tubuh.

Untuk itu, menjelang puasa, BBPOM bersama pemerintah daerah mengintensifkan pengawasan. Salah satunya dengan melakukan sidak ke pasar tradisional. Lokasi yang paling rawan adalah pasar tradisional, sebab proses pembuatan makanan sulit diawasi. a�?Menjelang puasa, produksi makanan biasanya meningkat, makanya kita awasi ketat,a�? bebernya.

Ia menambahkan, sebelumnya juga sudah melakukan pembinaan terhadap rumah-rumah produksi makanan. Seperti kerupuk di Lingkungan Gegutu, dan saat ini sudah ada perubahan meski masih ada temuan. a�?Kami terus mengawasi, tapi kami minta warga juga tetap waspada,a�? imbuhnya. (ili/cr-fer/cr-mas/r8)

Berita Lainnya

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Aksi Penjambret Terhenti Setelah Tiga Jam Beraksi

Redaksi LombokPost

Polda NTB Raih Hassan Wirajuda Award

Redaksi LombokPost

Kabur, Pasien RSJ Selagalas Gantung Diri

Redaksi LombokPost

Penyidik Siap Gelar Perkara Laporan Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Jaksa Tuntut Ringan Terdakwa Tapun

Redaksi LombokPost

Polda NTB Seleksi Pejabat Eselon III BPS

Redaksi LombokPost

Roswati Melawan Lewat PK

Redaksi LombokPost

Antisipasi Tren Kejahatan Akhir Tahun

Redaksi LombokPost