Lombok Post
Selong

Pemerintah Ngaku Kecolongan

HABIS: Kondisi salah satu sudut jalan di Desa Sakra setelah pohon pelindung habis dibabat, kemarin.

* Soal Penebangan Pohon Pelindung

SELONG – Pemerintah Lombok Timur mengaku kecolongan tentang penebangan banyak pohon pelindung jalan di Desa Sakra. Di kiri dan kanan jalan sepanjang 2,6 kilometer yang sebenarnya jalan provinsi itu kini terasa begitu panas pasca-hilangnya pohon pelindung.

a�?Tidak perlu mengelak, harus diakui ini namanya kecolongan,a�? kata Kepala Kantor Kebersihan dan Tata Kota H Ridatul Yasa yang mengurusi persoalan ini.

Dia menyayangkan hilangnya pohon pelindung jalan yang sebagian sudah berusia belasan bahkan puluhan tahun. Desa menurutnya tak pernah berkoordinasi dengan kantornya yang membawahi hal itu.

Padahal jika ada pemberitahuan sebelumnya, ia yakin bisa mencarikan solusi terbaik. Jika memang mengganggu drainase yang sedang dikerjakan, penebangan tak akan dihalangi. Namun jika bisa dipertahankan.

Ia juga mengatakan seharusnya tak memaksakan penebangan itu. a�?Kalau koordinasi kan kita bisa lihat, apakah harus tebang atau bisa dipertahankan,a�? katanya menyesalkan apa yang dilakukan desa.

Dia lalu menjelaskan, sebenarnya ada sanksi pidana dan perdata yang bisa saja diberikan pada pihak yang sembarangan menebang pohon pelindung jalan. Agar tak diikuti desa lainnya, aparat setempat akan diberikan teguran keras. Tanpa bermaksud mencari-cari kesalahan. Peringatan ini katanya harus diberikan.

a�?Semoga saja ini semata karena ketidaktahuan,a�? kata pria yang akrab disapa Yayak itu.

Hal itu dikatakan, karena ada indikasi penebangan dilakukan untuk kepentingan lain. Dalam waktu dekat musim omprongan tembakau segera dimulai. Muncul spekulasi kalau kayu tersebut akan dijual untuk keuntungan pribadi. Mencegah hal itu, kayu tebangan rencananya akan disita pemerintah. a�?Segera kita angkut ke kantor, jangan sampai kecolongan dua kali,a�? katanya.

Penebangan pohon itu, tambah Yayak segera dilaporkan ke bupati. Dari sana akan dikeluarkan kajian teknis apa saja yang harus dilakukan hingga sanksi yang mungkin dijatuhkan. Yang jelas desa sudah diminta segera menghijaukan kembali jalan sepanjang 2,6 kilometer tersebut.

Sebelumnya, Kades Sakra L Anugerah Bayuadi mengatakan, penebangan itu dilakukan karena desa hendak memperbaiki saluran irigasi di sana. Dirinya mengakui tak pernah melaporkan hal itu ke pemerintah kabupaten apalagi provinsi. a�?Soalnya ini kan proyek di desa yang swakelola,a�? katanya berdalih. (yuk/r11)

Berita Lainnya

P3K Harapan Terakhir Honorer

Redaksi LombokPost

SDM Pelaku Usaha Wisata Masih Rendah

Redaksi LombokPost

Partai Jangan Pasang APK Sembarangan!

Redaksi LombokPost

267 CPNS Lotim Lolos SKB

Redaksi LombokPost

Bencana Tiba, TSBD Tak Bergigi

Redaksi LombokPost

Lotim Siapkan Tim Kewaspadaan Dini di Setiap Kecamatan

Redaksi LombokPost

Pemdes Suela Ingin Kelola Kebun Raya Lemor

Redaksi LombokPost

Pulihkan Trauma Gempa Dengan Pentas Seni

Redaksi LombokPost

Alat Berat Lambat, Hujan Semakin Mengancam

Redaksi LombokPost