Lombok Post
Headline Selong

Masyarakat Menyesal Pilih Ali BD

MENUNTUT: Massa melakukan aksi demo mengkritisi beragam kebijakan Bupati Lotim Ali Bin Dachlan, kemarin.

* Dua Tahun Berkuasa Tak Ada Hasil

SELONG – Demo mengkritisi pemerintahan Bupati-Wakil Bupati Lotim Ali Bin Dachlan-haerul Warisin (Alkhaer) akhirnya terjadi juga, kemarin. Sayangnya, demo yang disebut hendak menggulingkan penguasa A�ini hanya 150 orang saja. Padahal, isu yang beredar ada belasan ribu orang siap mengepung Kantor Bupati, Pendopo, dan DPRD Lotim.

a�?Ini baru permulaan saja. Kami siap dengan masa yang lebih besar,a�? kata L Mukarraf, koordinator umum aksi.

Menurutnya, mereka yang terdiri atas petani, nelayan, pedagang kecil, hingga tukang ojek dan para sopir bersatu menyuarakan pendapat. Selama dua tahun kepemimpinan Bupati Ali BD, tak ada perubahan berarti yang dirasakan masyarakat yang sudah bersusah payah mendukung dan memenangkan. a�?Kami tarik dukungan kami, segera turun dari jabatanmu,a�? teriak massa.

Saking kesalnya dengan pemerintahan yang jalan di tempat, salah seorang massa bahkan membuka baju Alkhaer yang dipakainya. Tak berhenti di situ, baju bergambar HM Ali BD dan H Haerul Warisin itu lantas dibakar di tengah jalan, sebagai bentuk penolakan.

L Ahmad Junaedi, salah seorang korlap aksi mengatakan rakyat sebagai pemegang mandat tertinggi berhak menuntut haknya. Pemerintahan saat ini dianggap gagal dan hanya mengkomersilkan daerah untuk kepentingannya.

a�?Pasir dia jual, bahkan katanya angin juga dijual, lama-lama kita rakyat yang digadaikan,a�? teriaknya.

Mereka yang mencabut mandat dukungan itu kemudian meminta bupati legawa untuk mundur. Tak berhenti di sana, beragam masalah yang ditimbulkan juga didesak segera diusut tuntas pihak berwajib. DPRD juga diminta berperan sesuai fungsinya memperjuangkan rakyat.

Tidak justru adem ayem seperti saat ini hanya karena kepentingan pribadi dan kelompoknya sudah terpenuhi. Hal serupa juga dituntut pada gubernur selaku pimpinan tertinggi di NTB. a�?Kami ini sudah melarat, kasihan orang miskin yang tambah merana,a�? teriaknya.

Dalam aksi yang dijaga ketat polisi ini, tak seorang pun menerima para pendemo. Mereka hanya berteriak dari balik gedung dewan yang kosong melompong karena ditinggal seluruh legislatornya. Bupati Ali yang tinggal beberapa meter dari pusat demo itu pun tak menampakkan batang hidungnya. a�?Ini bukti mereka tidak pro rakyat,a�? ketusnya. (yuk/r11)

Berita Lainnya

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Menange Rambang Butuh Sentuhan

Redaksi LombokPost

SECO Tempat Khusus Minum Kopi, Bukan Memburu Wifi

Redaksi LombokPost

Kuota Haji Lotim 2019 Bertambah

Redaksi LombokPost