Lombok Post
Metropolis

Aduh, Harga Daging Naik

NAIK: Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional mulai mengalami kenaikan harga. Tidak hanya itu stoknya juga berkurang.

MATARAM – Harga sembako di pasar mulai naik. Begitu juga dengan daging sapi, ayam hingga telur mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Kemarin, sejumlah pasar tradisional menjual daging sapi seharga Rp 120.000 per kilogram (kg), naik Rp 10.000 dari harga sebelumnya. Sementara telur menjadi Rp 1.500 per butir dan ayam Rp 35.000 per kg. Hal tersebut disebabkan permintaan melonjak.

Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPKP) H Mutawalli, memperkirakan kenaikan terjadi diawal dan akhir puasa nanti. a�?Harga memang melonjak di awal puasa, namun dua atau tiga hari setelahnya akan normal kembali,a�? ujarnya.

Lonjakan permintaan terhadap ketiga bahan pokok tersebut membuatnya menambah stok hewan potong tiap harinya. Misalnya sapi, pada hari biasa, dinas menyediakan sebanyak 15-20 ekor. Mulai dari H-2 puasa sapi ditambah menjadi 50 ekor. a�?Sekarang naik kembali menjadi 60 ekor per hari,a�? lanjutnya.

Mutawalli mengatakan, pihaknya mempersiapkan segala keperluan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Termasuk penambahan tukang jagal di Rumah Potong Hewan (RPH). a�?Misalnya di RPH Majeluk ditambah menjadi 12 orang. Para jagal merupakan para pengusaha yang memasok hewan tersebut,a�? tandasnya.

Sebelum melakukan pemotongan, para jagal dibina dari segi ke halalan. Hal tersebut dilakukan supaya masyarakat tidak mengkonsumsi daging yang tidak halal. a�?Kami menyediakan tukang jagal yang mengerti kehalalan,a�? tambahnya lagi.

Selain segi kehalalan, para jagal juga diberi pengarahan dari segi kehigienisan. Dinas menyediakan dokter hewan dan paramedis. Sebanyak delapan orang, terdiri dari dokter hewan dan paramedis beserta staf diturunkan.

Mereka akan melakukan dua pemeriksaan sebelum pemotongan hewan dilakukan. Pertama dilakukan pemeriksaan anti mortem atau pengecekan kondisi hewan. Setelah itu, post mortem, pengambilan hati, empedu, dan paru. Daging baru diijinkan jual apabila lulus kedua pemeriksaan. a�?Pasokan daging di RPH berasal dari Sumbawa dan beberapa daerah di Lombok,a�? papar mantan Kepala Kantor Lingkungan Hidup ini.

Untuk menjaga kestabilan harga, Mutawalli mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan pada harga pasar dan menambah stok hewan. a�?Kita usahakan harga stabil hingga lebaran topat,a�? pungkasnya.(cr-fer/r8)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost