Lombok Post
Praya

Awalnya Kebun Tebu, Kini Berdiri Masjid Terbesar di Loteng

DIRENOVASI: Inilah Masjid Agung yang berdiri kokoh di pusat Kota Praya. Saat ini, masjid terbesar di Lombok Tengah tersebut sedang direnovasi.

* Menengok Sejarah Berdirinya Masjid Agung (1)

Lokasi berdirinya Masjid Agung Praya awalnya lahan kebun tebu. A�Namun kini, berdiri masjid terbesar di Lombok Tengah.

***

DARI catatan sejarah yang dihimpun pengurus Masjid Agung, masjid terbesar di Gumi Tatas Tuhu Trasna itu berdiri sejak 1979 silam. Bangunannya kala itu, tidak sebesar seperti saat ini. Hanya berwujud musala. Namun, lahannya luas mencapai empat hektare.

Lahan bangunan masjid kala itu adalah kebun tebu. a�?Waktu itu saya masih duduk bangku SMA. Setiap pulang sekolah, kami melihat hamparan luasnya lahan masjid. Sekarang, Alhamdulillah, sudah megah dan mewah,a�? ujar pengurus masjid yang juga Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng Lalu Herdan.

Berdirinya Masjid Agung, berawal dari kepemimpinan bupati Lalu Sri Gede, ayah Danrem 162/Wirabhakti Kolonel CZI Lalu Rudy Irham Srigede. Saa itu, fokus program kerjanya adalah memperluas infrastruktur jalan di Kota Praya, pembangunan perkampungan dan sarana dan prasaran pendukung masyarakat.

Salah satunya, sarana rumah ibadah yaitu Masjid Agung. Lahan yang digunakan sendiri merupakan lahan milik pemerintah yang dikelola secara swadaya pengurus masjid kala itu. Hingga, seiring perkembangan waktu masjid berubah wujud. Perubahan terjadi sejak tampuk kepemimpinan Bupati HL Wiratmaja atau akrab disapa Miq Ngoh, tepatnya pada 2005 lalu.

Pada tahun itu, masjid tersebut dijadikan icon di Loteng sebagai masjid terbesar. Gelontoran anggaran dikucurkan pemerintahan Miq Ngoh. Termasuk sumbangan pihak ketiga dan masyarakat. Dasar pembangunan masjid telah diletakkan pemerintahan sebelumnya. Hingga sekarang, masjid itu berdiri kokoh.

Di tangan pemerintahan Bupati HM Suhaili, masjid direnovasi. Tepatnya Oktober 2014 lalu. Tidak tanggung-tanggung, Suhaili menyiapkan anggaran sebesar Rp 8 miliar lebih untuk mempercantik masjid ini. Dana ini, diperoleh dari sumbangan masyarakat Loteng, pihak ketiga, sumbangan sukarela PNS dan bantuan pemerintah melalui APBD sebesar Rp 2 miliar lebih.

Sebagai kekuatan yuridis dan menjadi catatan sejarah kemudian hari. Bupati HM Suhaili pun mengeluarkan surat keputusan (SK) kepengurusan Masjid Agung. Hingga dipilih Supardan menampuk posisi sebagai ketua yayasan. Sejak SK itu diterbitkan, Supardan pun bertekat wajah Masjid Agung harus berubah, dari suasana yang terkesan tidak terawat menjadi indah, asri dan nyaman.(Bersambung/Dedi Shopan Shopian/Loteng)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost