Lombok Post
Opini

Diplomasi Ekonomi Di Tengah Dinamika Global

Opini LombokPost
Opini LombokPost

* Oleh: LEONARDA� F. HUTABARAT, PH.D. (Pemerhati Masalah Internasional, Alumnus Institut da��Etudes Politiques (IEP) de Paris)

MENTERI Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi,pada Rapat Kerja antara Komisi I DPR RI dengan Kemlu pada awal 2015 memaparkan bahwa diplomasi ekonomi sebagai salah satu prioritas diplomasi Indonesia ditujukan untuk menopang kemandirian ekonomi nasional demi mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.A� Prioritas tersebut sesuai dengan target Presiden Joko Widodo dalam rangka meningkatkan investasi, ekspor 300 persen dan peningkatan 20 juta wisatawan asing pada tahun 2019.

Diplomasi ekonomi Indonesia ditujukan meningkatkan akses pasar produk Indonesia, termasuk ke pasar yang selama ini belum tergarap secara maksimal.Setiap diplomat Indonesia harus mampu untuk mencari peluang perdagangan, investasi dan peluang kerjasama ekonomi lainnya. Diplomat Indonesia adalah a�?marketersa�? bagi Indonesia di luar negeri.

Dalam mencapai target diplomasi ekonomi, Indonesia akan menemui tantangan baik eksternal maupun internal. Kondisi perekonomian Indonesia saat ini melemah dengan pertumbuhan ekonomi triwulan I – 2015tumbuh 4,71 persenmelambatdibandingperiode yang samatahun 2014 sebesar 5,14 persendisebabkan faktor eksternal seperti kondisi AS, UE dan China yang tidak stabil. Selain itu juga disebabkan kondisi domestik berupa belanja pemerintah yang masih sangat rendah pada kuartal pertama tahun 2015 dan penerimaan pajak yang menurun.

Indonesia tetap optimis, target pertumbuhan ekonomi mencapai 7% akan dapat dicapai dengan beberapa strategi, antara lain: penerapan kebijakan ekonomi moneter yang tepat, mempromosikan citra perekonomian yang positif di dunia internasional dengan menggalakkan kampanye product dan labor reform pada organisasi internasional seperti G-20 guna menarik investor lebih banyak lagi ke Indonesia. Investor diarahkan untuk menanamkan modalnya pada sektor yang menyerap tenaga kerja denganmemberikan pelayanan satu atap bagi investor (one roof investment service) untuk memudahkan proses investasi dan menerapkan kebijakan pajak yang lebih fleksibel. Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan strategi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan cara mendorong permintaan/konsumsi domestik dan eksternal dan meningkatkan belanja pemerintah. Dengan demikian diharapkan pada kuartal ke-2 tahun 2015 laju pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan.

Emerging Middle Power

Arah polugri saat ini berfokus pada kapasitas Indonesia sebagai emerging middle power country, penanganan isu-isu yang bersentuhan dan dirasakan langsung oleh masyarakat, menerapkan kebijakan polugri yang lebih bersifat populis dan nasionalis menggambarkan polugri yang lebih bersifat self-interest. Tidak jarang dunia internasional mengungkapkan bahwa kebijakan Pemri tersebut bersifat inward looking, namunpendapat tersebut tidak tepat sebab self-interest Indonesia diikuti dengan pembenahan sektor- sektor penting bagi penciptaan iklim ekonomi yang kondusif yang salah satunya dengan memberikan kenyamanan bagi para investor dan pelaku bisnis dalam berbisnis di Indonesia. Kebijakan one roof investment service, pembaruan regulasi terkait investasi dan perpajakan menjadi bukti nyata bahwa Indonesia terus melakukan pembenahan serius dalam mencapai target- target nasional yang telah ditetapkan.

Investasi merupakan hal yang sangat krusial dalam mendukung percepatan realisasi pembangunan Indonesia.A� Pembangunan poros maritim dunia (maritime fulcrum) adalah salah satu cara mengembalikan identitas Indonesia sebagai negara maritim. Dalam konteks ini, penguatan infrastruktur maritim seperti sea toll akan menjadi tantangan bagi Indonesia yang diperkirakan membutuhkan dana sangat besar setidaknya Rp 2,000 triliun selama lima tahun ke depan.Tantangan tersebut akan menjadi peluang yang luas bagi Indonesia dalam menjalin kerja sama ekonomi dengan negara- negara mitra baik yang tradisional maupun negara emerging power lainnya sebagai kekuatan ekonomi dunia baru untuk berinvestasi dan berbisnis di Indonesia.

Konsep diplomasi ekonomi menegaskan kepentingan ekonomi dan politik saling memperkuat satu sama lain dan berjalan bersamaan (Okano-Heijmans, 2013). Hubungan luar negeri ditujukan untuk kepentingan ekonomi nasional dan untuk mencapai tujuan strategis nasional dengan economic means.

Diplomasi ekonomi sangat memainkan peran yang signifikan. Pertama, memperkuat kepentingan, perpanjangan politik domestik dan mendukung pembangunan ekonomi dalam negeri. Kedua, memperkuat pengaruh internasional. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan memperkuat upaya diplomasi yang ada. Ketiga, meningkatkan lingkungan diplomatik yang mendukung situasi kerjasama dan perdamaian. Dan akhirmya, keempat, mencapai peluang ekonomi.

Untuk mengoptimalkan diplomasi ekonomi, Indonesia perlu menentukan strategi secara nasional, regional dan internasional. Kebijakan pemerintah perlu melakukan re-orientasi secara geo-ekonomi dan sektoral. Diplomasi ekonomi Indonesia dalam jangka menengah dan panjang perlu lebih serius menggarap prospective market dan bukan hanya bertumpu pada pasar tradisional. Indonesia juga perlu menetapkan sektor prioritas yang akan dikembangkan sehingga benar-benar mendukung ekonomi kerakyatan. Sebagai negara maritim dan kepulauan, sektor perikanan dan kelautan sepatutmya menjadi prioritas sektoral. Sebagai negara agraris, sektor pertanian dan pangan selayaknya pula menjadi perhatian penting dalam diplomasi ekonomi, selain sektor UMKM, ekonomi kreatif dan budaya yang menjadi salah satu ujung tombak kekuatan ekonomi nasional.

Guna lebih menunjang pelaksanaan diplomasi ekonomi, Kemlu telah membentuk Pokja Penguatan Diplomasi Ekonomi yang diketuai oleh Wakil Menteri Luar Negeri. Pokja diplomasi ekonomi digerakkan untuk memastikan bahwa berbagai komitmen kerja sama ekonomi yang telah dicapai dapat ditindaklanjuti dan membawa hasil konkret serta membawa manfaat bagi rakyat.

Sinergitas Pusat dan Daerah

Komunikasi intens dengan stakeholders merupakan hal mutlak dalam menjalankan diplomasi ekonomi. Koordinasi dan sinergi antara kementeriandengan kalangan swasta dan BUMN serta Pemerintah Daerahdiperlukan dalam mendukung rencana pembangunan yang telah ditetapkan.

Upaya Pemda NTB tahun 2015 dalam meningkatkan kembali jumlah kunjungan wisatawan melaluiprogram a�?Tambora Menyapa Duniaa�? perlu didukung semua pihak tak terkecuali media. Peringkat Hotelier Confidence Index, sektor perhotelan Indonesia memiliki tingkat optimisme tinggi dengan 83% 2015, peringkat I di dunia. Hal ini merupakan indikator peningkatan sektor pariwisata sebagai salah satu ujung tombak peningkatan ekonomi NTB.

Upaya Pemda NTB dalam pemanjangan runway bandara di Bima dan Sumbawa disertai dengan peningkatan kapasitas apron, pelebaran jalur Lembar Sekotong, perbaikan lahan parkir dan paving oleh PT Angkasa Pura, pembuatan meetingpoint serta pembuatan pagar ganda adalah guna mendukung investasi besar tahun 2015 dan 2016.

Dilihat dari nilai ekspor NTBbulan April 2015 sebesar US$ 2.977.944, angka ini mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan ekspor Maret 2015 yang bernilai US$ 95.186.751. Ekspor pada bulan April 2015 sebagian besar atau 44,26 persen ditujukan ke Filipina, Jepang sebesar 29,89 persen dan Australia sebesar 21,65 persen.Jenis barang yang diekspor senilai US$ 1.534.750 (51,54%) berupa perhiasan seperti mutiara dan permata lainnya; gandum-ganduman (44,26%) dan buah-buahan (2,08%).

Sementara, nilai impor pada April 2015 bernilai US$ 16.102.146, nilai ini mengalami peningkatan 76,13 persen dibanding dengan Maret 2015 yang sebesar US$ 9.142.103. Sebagian besar Impor berasal dari RRT (31,72%), AS (28,87%)danJepang (17,82%). Jenis barang impor dengan nilai terbesar adalah mesin-mesin / pesawatmekanik (40,29%), benda-benda dari besi dan baja (24,15%), karet dan barang dari karet (18,96%).

AS masihmenjadimitradagangtradisionaldanpotensialdenganEkspor April 2015 sebagai negara tujuan nomor 8, sementara impor April 2015, AS menduduki peringkat ke-2 dengan nilai US$ 4.648.542 (28,87 persen).

Peningkatan ekspor dapat diupayakan selain membenahi data dari dalam negeri berupa potensi produk ekspor berbasis budaya seperti handicraft dan kain tenun khas NTB, juga dibutuhkan informasi pasar di luar negeri mengenai jenis produk dan pasar non a�� tradisional yang dapat diperoleh dari seluruh kantor Perwakilan Indonesia di luar negeri.A� Melalui semangat bersinergi dapat dilakukan pemetaan kembali UMKM yang berpotensi ekspor di negara mitra tradisional di kawasan Amerika dan Eropa, khususnya AStanpa mengesampingkan perusahaan besar yang lebih mapan dan mandiri. (*)

Berita Lainnya

Pemuda dan Transformasi Masa Depan

Redaksi Lombok Post

Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa Pascagempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Kebijakan dan Pengelolaan Dana Desa Melalui KPPN Mataram

NTB Menuju Panggung (Politik) Nasional

Redaksi Lombok Post

TGB dan Masa Depan Indonesia Gemilang

Redaksi Lombok Post

Gerakan Zakat: Antara Pergerkan, Angka, dan Regulasi

Redaksi Lombok Post

DIPLOMASI KEMANUSIAAN LEMBAGA ZAKAT

Redaksi Lombok Post

LEMBAGA ZAKAT: DARI FUNDRAISING KE FRIEND-RAISING

Redaksi Lombok Post

PILKADA ZAMAN NOW

Redaksi Lombok Post