Lombok Post
Headline Metropolis

Dua Juta Jiwa Dihantui Krisis Air

Air (2)
PASOKAN AIR BERSIH: Warga Serewe, Jero Waru, Lombok Timur yang mengalami kekeringan setiap musim kemarau, menerima pasokan air bersih melalui mobil tangki.

* 76 Kecamatan, 378 Desa

MATARAMa�� Memprihatinkan. Selama bulan Ramadan nanti, sebagian warga harus berjuang menghadapi krisis air bersih. Pasalnya, musibah kekeringan kini mulai melanda beberapa wilayah di NTB.

a�?Kita terima laporan, ada beberapa wilayah yang mulai megalami krisis air bersih,a�? kata Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Arifuddin kepada Lombok Post, kemarin.

Puncak kekeringan memang diperikirakan terjadi pada Agustus mendatang. Namun, bulan ini saja, sumber air di beberapa wilayah sudah dilaporkan mengering.

Dari pemetaan oleh BPBD NTB, tahun 2015, kekeringan diprediksi bakal lebih parah. Titik rawan pun kini bertambah yakni mencapai 76 kecamatan dan 378 desa/kelurahan se NTB.

Padahal, sepanjang tahun 2014 lalu, kekeringan hanya terjadi di 53 kecamatan atau 236 desa/kelurahan. Dari peningkatan itu, jumlah jiwa yang terdampak pun diperkirakan naik hingga 160 persen. Jika pada tahun 2014 lalu, jumlah jiwa terdampak hanya berjumlah 1.295.832 orang, kini diprediksi tembus hingga 2.075.536 jiwa.

Wilayah yang mulai mengalami kekeringan tersebut antara lain Bima untuk kecamatan Donggo dan Soromadi. Kemudian, Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk Kecamatan Tanjung, khususnya Dusun Orong dan Dusun Kopang. Kabupaten Lombok Timur (Lotim), kekeringan terjadi di kecamatan Sakra, Jerowaru, Keruak, Sembelia, dan Terara. Terakhir, kekeringan juga mulai melanda wilayah Sumbawa Barat, khususnya di Kecamatan Pototano. a�?Tidak menutup kemungkinan nanti akan bertambah lagi,a�? imbuhnya.

Dari laporan yang diterima, krisis air bersih tersebut terjadi karena sumber air mengering. Sehingga, warga harus berjalan lebih jauh untuk mendapatkan air bersih. Beberapa di antara warga harus memikul air bersih dari sungai dan berjalan sekian kilometer setiap hari.

Diakui, kondisi ini tentu memicu keresahan di benak warga. Apalagi, bulan Ramadan sudah di penghujung mata. Krisis air bersih dikhawatirkan bakal mengganggu ibadah warga selama bulan suci.

a�?Laporan yang kita terima, ada warga harus ambil air pakai motor ke sungai atau berjalan kaki. Memang ini berat terutama saat Ramadan,a�? katanya.

a�?Titik rawan yang lain memang belum mengalami kekeringan untuk bulan ini,a�? kata Arifuddin.

Namun, BPBD NTB sendiri mengaku belum menyiapkan langkah solutif untuk permasalahan krisis air bersih selama Ramadan. Ini rencananya baru akan dibahas pada rapat koordinasi yang dijadwalkan berlangsung hari ini. a�?Hari ini kita akan rapatkan solusinya seperti apa untuk mengatasi krisis air selama Ramadan. Yang jelas, kami berharap bahwa dana on call bisa cair,a�? katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Husni Tamrin sendiri mengaku sudah menyiapkan langkah antisipatif. Pihaknya berjanji akan turun tangan membantu warga yang kesulitan air bersih selama Ramadan.

a�?Kalau kabupaten/kota butuh bantuan untuk supply air bersih, kita akan turun,a�? janjinya.

Ia menambahkan, Dinsos NTB sendiri memiliki 14 unit tangki air untuk menyuplai kebutuhan air bersih di daerah yang dilanda kekeringan. 10 tangki ditempatkan di masing-masing kabupaten/kota dan sisanya stand by di provinsi.

a�?Sejauh ini belum ada yang bersurat meminta bantuan air bersih ke kami. Kalau ada, kita pasti akan koordinasikan dengan kabupaten/kota dan bahkan turun langsung untuk dropping air bersih,a�? tandasnya. (uki/r12)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post