Lombok Post
Feature

Tunggu Hilal hingga a�?Cari Jodoha�? di Kuburan

ZIARAH: Salah seorang warga berdoa di makam keluarganya di Pemakaman Umum Mataram, tradisi ini dilakukan jelang Ramadan.

* Tradisi Masyarakat Lombok Menyambut Ramadan (1)

Ramadan tiba. Umat muslim pun bersuka cita. Berbagai tradisi dilakukan untuk menyambut datangnya bulan suci ini. Berkumpul bersama kerabat, ziarah makam hingga a�?cari jodoha�? di kuburan.

SEORANGA�wanita berpakaian putih mengikat akar pohon beringin di makam Loang Baloq. Sejenak ia merunduk, mulutnya komat-kamit. Berdoa, mengutarakan beberapa keinginan, keberuntungan, hingga cepat mendapat jodoh.

Eniq nama gadis asal Desa Pengembur, Lombok Tengah, ini. Ia datang bersama rombongan dari kampungnya. a�?Berdoa pada Allah SWT semoga tetap selamat, murah rezeki, dan semoga cepat dapat jodoh,a�? katanya malu-malu.

Eniq senidiri tidak terlalu paham dengan tradisi mengikat akar pohon beringin. Ia hanya ikut-ikutan cara orang, mengikat akar pohon di Makam Loang Baloq sebagai simbol jodoh. Biasanya dilakukan pasangan kekasih. Mereka mengikat supaya berjodoh. Ikatan akar merupakan simbol bersatunya dua insan dalam sebuah pernikahan. Dan setelah menikah, biasanya mereka datang kembali melepaskan ikatan itu. a�?Cara ini tidak salah dicoba,a�? katanya.

Kedatangan Eniq bukan semata-mata untuk itu. Ia dan rombongan sengaja melakukan ziarah makam menjelang puasa. Tradisi ini dilakukan setiap tahun, sebelum memasuki bulan puasa. Mereka mengunjungi makam-makam para ulama Islam yang dikeramatkan. Cara ini bertujuan untuk mengenang jasa para ulama yang telah melakukan dakwah, menyebarkan agama Islam di Lombok.

Sebelum datang ke makam, warga juga berziarah dan membersihkan makam keluarga. Pada pagi hari, mereka datang ke pemakaman bersama anggota keluarga dan mendoakan arwah leluhur yang sudah meninggal.

Seperti Sugeng Raftino, warga Mataram. Ia mengajak istri, anak, dan cucunya ziarah ke makam orang tuanya di pemakaman umum Mataram. Rombongan keluarga ini berdoa dan menaburkan bunga ke makam leluhurnya. a�?Kami sebagai generasi penerus beliau, berharap agar mereka mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT,a�? katanya.
Datang dan membersihkan makam juga menjadi cara mereka menjaga silaturahmi dengan orang yang sudah meninggal. Melalui doa dan zikir.

Kemeriahan menyambut bulan puasa, juga terlihat di kalangan pelajar dan mahasiswa. Saat proses rukyatul hilal, para mahasiswa dari Universitas Mataram dan IAIN Mataram berkumpul di Taman Loang Baloq. Tidak sekadar menunggu sunset turun di ufuk barat, tapi mereka juga mengamati proses pergantian bulan dari Syakban menjadi Ramadan.

Dosen Fakultas Syariah IAIN Mataram Ahmad Amran menjelaskan, para mahasiswa sengaja diajak mengintip pergantian bulan. Tujuannya agar mahasiswa lebih memahami Ilmu Falak yang mereka pelajari di kelas. a�?Sekaligus sebagai praktik mengamati kejadian alam dengan alat yang digunakan,a�? terangnya. (bersambung/r7)

Berita Lainnya

Suka Duka Mahasiswa Bumi Gora Menuntut Ilmu di Benua Biru (2)

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa NTB Menuntut Ilmu di Eropa (1)

Redaksi Lombok Post

Bilik Bercinta di Tempat Pengungsian yang Tinggal Cerita

Redaksi Lombok Post

Pengalaman Dramatis Pendaki Terjebak Gempa di Gunung Rinjani (1)

Redaksi Lombok Post

Mereka yang Tetap Tegar Menghadapi Gempa di Sambelia

Nasihat Mendiang Ayah Menjadi Pegangan Hidup Zohri

Mengunjungi Lalu Muhammad Zohri, Sang Juara Dunia

Lalu Muhammad Zohri, Sprinter Muda NTB yang Sabet Juara Dunia

Melihat Festival Layang-Layang Raksasa di Pantai Loang Baloq