Lombok Post
Headline Sumbawa

Wow…, Jaksa Mulai Bidik Calon Tersangka

KAJARI
Sugeng Hariadi

*Kasus Rumah Adat KSB

SUMBAWA – Kejaksaan Negeri Sumbawa, melakukan peningkatan terhadap dua kasus yang sedang ditangani. Yakni kasus pembangunan Rumah Adat KSB dari penyelidikan menjadi penyidikan. Serta kasus revitalisasi Stadion Cendrawasih Kelurahan Brang Biji dari pengumpulan data menjadi penyelidikan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumbawa, Sugeng Hariadi, SH MH membenarkan adanya peningkatan status dua kasus yang tengah ditangani pihaknya itu. Diterangkan, peningkatan status kasus Rumah Adat KSB dari penyelidikan ke penyidikan. Peningkatan status kasus ini dilakukan sejak Mei lalu. ”Untuk Rumah Adat, statusnya sekarang sudah dik (penyidikan, red),” ujar Kajari kepada Radar Sumbawa (Lombok Post Group).

Setelah ini, pihaknya akan kembali menempuh sejumlah langkah terkait kasus Rumah Adat KSB ini. Langkah selanjutnya adalah memanggil sejumlah pihak yang sebelumnya sudah diklarifikasi. Mereka dipanggil dengan kapasitasnya sebagai saksi. Hal ini dilakukan untuk menemukan bukti permulaan yang cukup dan menemukan calon tersangka.

Diketahui, menurut informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, pembangunan rumah adat milik Pemerintah KSB senilai Rp 2 miliar itu mangkrak. Hal ini terjadi setelah dilakukan pemutusan kontrak kerja secara sepihak oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek. Pemutusan kontrak ini dilakukan karena kontraktornya diduga kabur.

Diketahui pemenang proyek tender ini adalah PT AS. Berdasarkan informasi, hasil penghitungan yang dilakukan atas realisasi pekerjaan yang dilaksanakan PT AS sekitar 5,4 persen. Pembangunan ini tidak berdasarkan kontrak yang ada. Sayangnya meski diputus kontrak, PT AS sebelumnya diduga telah menerima anggaran sebesar Rp 500 juta dari keseluruhan nilai kontraknya.

Sementara itu, lanjut Kajari, terkait kasus revitalisasi Stadion Cendrawasih, dilakukan pelimpahan data dari Bagian Intel ke Bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Sumbawa untuk dilakukan penyelidikan. Di bagian intelijen, semua data terkait kasus tersebut akan dikumpulkan. Setelah dirasa cukup dan dilihat ada perbuatan hukum, kemudian dilimpahkan ke bagian Pidsus untuk dilakukan penyelidikan.

”Kalau sudah di Pidsus itu tindakan hukum. Untuk mencari bukti permulaan yang cukup,” terangnya.

Dalam kasus tersebut, Kajari mengungkapkan, dugaan tindakan melawan hukumnya sudah ada. Setelah ini, kewajibannya adalah meminta keterangan sejumlah saksi dari sejumlah pihak terkait. Dimana para pihak ini sebelumnya sudah diundang untuk dilakukan klarifikasi.

Seperti diberitakan, proyek revitalisasi stadion Cendrawasih Sumbawa dikerjakan PT Teta Cipta Mandiri. Proyek dengan item pembuatan lintasan atletik ini diluncurkan Kementerian Pemuda dan Olahraga Tahun 2013 melalui Deputi Pengembangan Sarana dan Prasarana Kepemudaan senilai Rp 4 miliar. Namun hingga batas akhir kontrak, proyek ini belum beres. (run/r9)

Berita Lainnya

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa Bumi Gora Menuntut Ilmu di Benua Biru (2)

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post

Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa NTB Menuntut Ilmu di Eropa (1)

Redaksi Lombok Post

Efek Pemberlakuan Sistem Zonasi, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Redaksi Lombok Post

Didukung Warga, Ustad Budi Tak Gentar Dikepung Calon Petahana

Redaksi Lombok Post

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Mohan Bikin Kejutan di Mataram Jazz & World Music Festival 2018

Redaksi LombokPost