Lombok Post
Kriminal

Tersangka Baru Belum Diperiksa

MENYIMAK: Terdakwa kasus BSS, Zainul Wardi menyimak bacaan tuntutan dari JPU, di PN Mataram

MATARAM a�� Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB sudah menetapkan dua orang tersangka baru dalam kasus pengadaan bibit sapi dalam program Bumi Sejuta Sapi (BSS) untuk Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Namun sampai saat ini, dua oknum tersebut belum juga diperiksa.

Kepala Kejaksaan Tinggi NTB melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat I Made Sutapa membenarkan hal tersebut. a�?Kepada dua tersangka tambahan memang belum dilakukan pemeriksaan, tapi ada alasannya,a�? cetusnya.

Ia beralasan, Jaksa Penyidik masih melakukan pemeriksaan kepada para saksi. Padahal penetapan dua tersangka tambahan tersebut sudah dilakuakan sejak awal Mei lalu.

“Untuk saat ini penyidik masih fokus terhadap pemeriksaan para saksi,” katanya.

Salah satu dari dua tersangka tambahan yang dimaksud berinisial LKD. LKD adalah Ketua Tim Penerima dan Pemeriksa Barang yang merupakan panitia pelaksana dari Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan (Disnakeswan) NTB. Dan seorang lagi anggotanya yang turut dijadikan tersangka adalah LF.

Dalam persidangannya, diketahui dalam proyek yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2013 itu telah digelontorkan dana senilai Rp7,8 miliar.

Untuk Kabupaten Sumbawa dialokasikan dana senilai Rp4,6 Miliar untuk bantuan bibit sapi kepada 16 Kelompok Tani Ternak (KTT). Namun, dua diantaranya yakni KTT AI Sangar dan Rose Lestari diketahui tidak menerima bantuan dalam bentuk bibit sapi.

Melainkan, untuk KTT AI Sangar menerima bantuan dalam bentuk pencairan dana senilai Rp164.400.000 yang diterima langsung oleh Bendaharanya. Kemudian untuk KTT Rose Lestari juga mengalami hal yang sama dengan menerima uang tunai sebesar Rp156.000.000.

Berdasarkan fakta yang ditemukan pada persidangan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek direktur pemenang tender dari CV Risma Sehati. Dua oknum yang diduga ikut berperan dalam proyek pengadaan bibit sapi tersebut ditetapkan sebagai tersangka. (cr-van/r8)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost