Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Awal Merintis, Target Jangan Muluk-Muluk

Danan Dwi Ananto menunjukkan tempat usahanya.

Kegagalan tidak membuat Danan Dwi Ananto patah arang. Pengalaman itu dijadikan sebagai media pembelajaran dan introspeksi diri. Hasilnya, gagal di binis jeans dia mulai sukses merintis usaha barbershop.

***

DANAN Dwi Ananto, wirausahawan muda asal Lombok ini, memang masih baru menjalankan usaha di bidang jasa pangkas rambut pria atau yang biasa disebut barbershop. Agar sukses dibisnis ini harus ada persiapan yang matang.

Danan mengaku melakukan persiapan lebih dari satu tahun lamanya. Persiapan yang dilakukan tidak hanya menyangkut penyiapan modal, tapi juga menganalisis peluang dan potensi pasar yang ada.

a�?Apapun usahanya sebenarnya memang harus disiapkan secara matang, baik sebelum dan sesudah usaha itu berjalan,a�? kata Danan pada Lombok Post, kemarinA�(19/6).

Berwirausaha, dipilihnya karena dia menyukai tantangan. Ia tidak suka lulus kuliah kemudian berdiam diri di balik meja, memandang layar komputer dengan menghabiskan waktu lama hingga berjam-jam di tempat duduk. Sebagai alumnus Fakultas Bisnis Telkom University Bandung, Jawa Tengah, dia merasa sayang ilmu bisnis yang didapatnya di bangku kuliah tidak diterapkan di kehidupan nyata. Serta dimanfaatkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru di daerah.

Sebelum kembali ke Lombok, Danan pernah menjajaki usaha bisnis celana jeans di Kota Kembang tersebut. Awal menjalankan usaha, bisnisnya memang berjalan sangat lancar. Tergiur dengan perolehan keuntungan besar, ia melupakan kewaspadaannya terhadap pembeli. Hingga akhirnya, ia dan beberapa temannya ditipu pelanggannya. Uang tunai Rp 50 juta dan ratusan celana jeans raib digondol pembeli abal-abal.

a�?Bila ditotalkan mungkin ada sekitar Rp 80 juta yang hilang. Itu semua hasil keuntungan kami,a�? kenangnya.

Kasus ini sempat membuatnya frustasi. Kuliah pun sempat terbengkalai, hingga satu tahun lamanya. Tetapi akhirnya ia bangkit kembali dari keterpurukan, setelah mengintrospeksi diri dan menjadikan pengalaman itu sebagai pembelajaran untuk lebih baik. Dia menilai, berwirausaha dalam usia muda memang sangat rentan dengan rasa ego. Saat itu dia mementingkan keuntungan yang besar, sehingga melupakan saran dari tim.

a�?Mengendalikan rasa ego sangat penting sebagai pengusaha muda,a�? imbuh alumnus SMA Negeri 4 Mataram ini.

Dalam bisnis keduanya kali ini Danan menerapkan dengan sistem berbeda. Dia tidak memfokuskan mencari keuntungan besar dalam setahun ini. Ia lebih mengutamakan bagaimana bisa bersaing dengan kompetitor. Salah satu caranya dengan memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen. Bila sudah mampu menyuguhkan kualitas terbaik, konsumen sudah pasti akan menunjukkan rasa loyalnya.

Untuk melihat tingkat keloyalan konsumen, pria kelahiran tahun 1991 ini menuturkan, pihaknya menerapkan komunikasi dua arah. Artinya, setiap konsumen yang datang selalu disempatkan untuk mengisi formulir yang telah disediakan. Dari sana ia bisa melihat, berapa kali konsumennya berkunjung ke Pennylane Barbershop miliknya. Termasuk media informasi yang diperoleh konsumen mengenai Pennylane Barbershop.

a�?Bila sebulan berikutnya tidak datang, kami bisa cek alasannya kenapa, tak saya segan menghubungi konsumen dan menanyakan kekurangan kami,a�? tutur Danan.

Dia menjelaskan, setiap satu kapster (tukang cukur) melayani satu konsumen, dari awal hingga akhir. Cara ini memang akan memakan waktu cukup lama, sekitar 30 menit hingga 45 menit. Dia tidak ingin satu konsumen di ladeni lebih dari dua karyawan. Karena terkadang gaya rambut yang dipangkas, jatuhnya tidak sesuai ketika gaya rambut untuk pewarnaan dilakukan karyawan berbeda.

a�?Semaksimal mungkin kepuasan konsumen yang dijaga,a�? tegasnya.

Pennylane Barbershop berada di bawah Lombok Bagus Group memiliki cukup banyak karyawan. Sebagai pimpinan, tentu hubungan antara karyawan harus dijaga dengan baik. Ketika usai jam kerja, status antara atasan dan karyawan berubah.

Selayaknya teman, Danan mengobrol dan berkumpul dengan mereka. Bahkan secara rutin dia mengajak karyawannya olahraga futsal.

a�?Bisa sebagai ajang silaturahmi mendekatkan diri dengan mereka di luar jam kerja,a�? pungkas pria dari dua bersaudara ini. (Lestari Dewi/r4)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post