Lombok Post
Headline Politika

Cerdas dan Berani Tampil Beda

Andi
Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI NTB

Mempertahankan kemenangan dalam suatu pertarungan tidak semudah ketika merebut kemenangan awal. Pertarungan politik penuh dengan intrik dan beragam manuver. Sebagai politikus muda, tentu harus memiliki taktik dan strategi agar tidak cepat tersingkir.

***

ITULAH pedoman yang selalu dipegang legislator muda dari Kabupaten Sumbawa Barat Andi Laweng. Di usianya yang ke-35 tahun, Andi mampu mewarnai perpolitikan di Sumbawa Barat. Dia dikenal sebagai figur muda yang santai namun penuh dengan ide-ide brilian. Terutama menyangkut masa depan Kabupaten Sumbawa Barat.

Penampilannya memang terkesan biasa meski menyandang status wakil rakyat di Kabupaten Sumbawa. Selama ini, dia berhasil duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat meskipun berasal dari partai politik kecil. Ya, Andi merupakan tokoh sentral Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di NTB.

Kepada Lombok Post, pria berperawakan tinggi langsing ini mengatakan tidak ada yang mudah dalam dunia politik. Menurut dia, semua membutuhkan perjuangan serta kerja keras untuk menjadi yang terbaik.

Persaingan politik tidak hanya pada saat momentum pemilihan umum. Bapak tiga anak ini menegaskan komitmen serta konsistensi justru dibutuhkan setelah pemilu. Terutama saat menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.

a�?Intinya ya kerja keras. Karena segala sesuatu memang harus diperjuangkan termasuk dalam dunia politik. Politikus muda harus memiliki investasi politik sejak lama kalau memang menginginkan perubahan,a�? kata Andi Laweng kepada Lombok Post, kemarinA�(19/6).

Situasi poitik sejak 2009 hingga sekarang, kata Andi cukup menguras pikiran karena memang sangat dinamis. Dia menilai, politikus muda memiliki lebih banyak waktu dan ruang untuk melakukan perubahan. Dengan begitu, tidak berlebihan jika dia menilai politikus muda terutama legislator punya masa depan yang cerah.

Terlebih saat ini masyarakat memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk unjuk diri atau kemampuannya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Maka itu, selain investasi politik, legislator muda juga dituntut lebih energik dan lebih dekat dengan rakyat. a�?Karena itu salah satu andalan generasi muda agar benar-benar meraih kepercayaan sepenuhnya dari rakyat. Pemuda harus visioner, energik, tapi tidak membabi buta dalam menelurkan ide dan gerakannya,a�? tandas dia.

Banyaknya persoalan yang menyeret nama politikus muda terutama dalam persoalan hukum mendorong Andi untuk memperkuat posisi dirinya sebagai politikus. Artinya, dia punya tameng dan selalu waspada dengan intrik politik yang cenderung menjerumuskan.

Lulusan Magister Hukum Universitas Mataram tahun 2013 ini mendorong agar generasi muda terutama legislator lebih mengoptimalkan kemampuannya dalam berkomunikasi. Politikus muda juga harus lebih cerdas dan mampu bermain cantik dalam setiap momentum politik. Salah satu yang paling sulit dihadapi legislator muda adalah bagaimana memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Pengalaman organisasi, berwawasan luas, serta gemar bergaul menjadi modal sukses sebagai politikus. Tidak hanya itu, sebagai orang yang penah bergelut dan aktif di dunia pergerakan mahasiswa, Andi juga mengatakan jika masyarakat cepat tanggap dan dapat menilai seseorang dari cara bicara dan pola pikirnya.

Terlebih di Kabupaten Sumbawa Barat sudah banyak politikus senior yang juga punya keinginan yang sama yakni memperjuangkan konsetuennya. a�?Di sinilah terkadang letak kelemahan legislator muda terutama saat bersaing memperjuangkan aspirasi rakyat. Bayangkan saja misalnya pembangunan itu diibaratkan kue, kue ini kan sedikit yang harus dibagi banyak orang sehingga memang membutuhkan ketelitian, telaten, serta keberanian dalam bersikap,a�? papar Andi.

Tokoh muda yang juga Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI NTB ini menilai siapapun poilitikus muda harus berani tampil beda. Terutama terkait dengan gagasan yang ditelurkan selama menjabat sebagai wakil rakyat. Lagipula, pasca pemilu 2009 yang dinilai sangat luar biasa, masyarakat sudah semakin pintar dalam memainkan perannya di dunia politik.

Hanya saja, dia berharap legislator muda tidak kemudian frustasi yang akhirnya justru merugikan dirinya. Legislator yang sudah terpilih dan berhadapan dengan rakyat, menurut dia tidak lagi hanya sebatas mencoba-coba.

Apalagi sampai berapoligi dengan menyatakan diri masih belajar berpolitik. a�?Jadi politikus itu harus cerdas apalagi menyandang status politikus muda yang setidaknya memiliki banyak kelebihan dari politikus senior. Ya kalau pun jadi pemain, harus bisa bermain cantik sehingga benar-benar memberikan dampak positik bagi masyarakat,a�? ungkap dia.

Melihat kiprah pemuda dalam politik di beberapa periode akhir-akhir ini, peraih suara terbanyak ketiga di Kabupaten Sumbawa Barat dengan 2.400 suara ini menilai optimistis pada pemilu 2019 nanti akan banyak legislator muda yang dipilih rakyat. Dia berharap legislator muda yang sedang menjalankan tugasnya saat ini benar-benar menunjukkan eksistensinya kepada rakyat.

Kesempatan untuk meraih kepercayaan rakyat akan semakin terbuka lebar. Malah, ujar suami dari Sunarti ini, kesempatan untuk politikus muda akan tertutup rapat jika saat menjabat justru mengecewakan rakyat. Maka itu, jargon saatnya kaum muda memimpin harus dibarengi dengan tindakan-tindakan positif yang mengarah pada perbaikan bukan stagnasi. (tan/r12)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost