Lombok Post
Praya

Ditegur Tiga Kali, Lombok Baru Bandel

Lombok Baru
JADI SAKSI: Bupati HM Suhaili FT, saat menjadi saksi dalam perkara terdakwa HL Muhammad Putrie.

PRAYA – Sedikitnya tiga kali teguran lisan dan tulisan yang dilayangkan tim relokasi dan penertiban pantai Kuta, kepada hotel Lombok Baru milik Minarni. Namun, pemilik tidak mengindahkan. Di satu sisi, tim telah merelokasi pedagang, kafe dan lestoran ke pasar Seni. Sehingga, yang tersisa hanya Lombok Baru saja.

Demikian dikatakan Bupati HM Suhaili FT dalam kesaksiannya pada sidang kasus relokasi dan penertiban pantai Kuta, yang menyeret nama HL Muhammad Putrie sebagai tersangka.

a�?Yang perlu saya tekankan apa yang dilaksanakan tim telah melalui prosedur dan mekanisme hukum,a�? katanya.

Salah satunya, ungkap Suhaili yaitu surat teguran tertulis yang disampaikan ke Lombok Baru. Termasuk, kajian yuridis, sosioligis dan historis keberadaan Lombok Baru. Hingga, turunlah surat klarifikasi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nomor 988/50-02.30/XI/2013 tertanggal 1 November.

Surat itu, kata Suhaili menekankan lahan yang digunakan Minarni tidak teregister dalam buku BPN. Kendati demikian, pemerintah tetap memiliki kekuatan hukum atas penertiban dan relokasi hotel Lombok Baru.

Karena dalam butir memutuskan dan menetapkan pada dokuman Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikantongi Minarni Nomor 648/128/VI/KP2T tertuang pernyataan tegas apabila dikemudian hari (lahan) dibutuhkan negara untuk kepentingan umum, pemilik wajib menyerahkan lokasi bangunan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

a�?Sekali lagi, kami menjalankan tugas dan fungsi sesuai tupoksi. Sangat tidak mungkin, kami berani melanggar ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku,a�? ujar Suhaili.

Terhadap pengerusakan hotel Lombok Baru itu, tekannya bukan atas perintah tim, baik lisan maupun tulisan. Bukan pula keinginan pemerintah. Karena, pemerintah akan menunggu tahapan yuridis dan sosiologis.

a�?Pantai Kuta saat ini tertata rapi, indah dan bersih. Jumlah wisatawan yang datang meningkat,a�? katanya.

Sementara itu, Kapolres AKBP Nurodin SIK mengatakan, untuk menjaga keamanan selama proses siding pihaknya menurunkan 207 personil berseragam dan berpakian preman. Hasilnya, perjalanan sidang berlangsung aman dan lancar.

a�?Kita ingin, membangun imej daerah kita tercinta ini aman, terhadap persoalan gejolak sosial,a�? katanya, terpisah. (dss/r11)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost