Lombok Post
Headline Metropolis

Hotel Mesum Diusulkan Ditutup

hotel mesum
ESEK-ESEK: Pasangan bukan muhrim diciduk di salah satu hotel melati di wilayah Suranadi, Lombok Barat

MATARAM – Hotel yang kerap dijadikan tempat prostitusi terselubung direkomendasikan untuk ditutup. Pemprov NTB telah mengeluarkan rekomendasi pencabutan izin operasional hotel-hotel tersebut. Tindakan ini dilakukan seiring temuan adanya puluhan pasangan tidak sah yang diduga bertindak mesum di dalam hotel-hotel tersebut. Mereka terjaring dalam razia yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTB bersama aparat Polres Mataram di sejumlah hotel di Kota Mataram beberapa waktu lalu.

Namun, rekomendasi tersebut tidak lantas bisa diterapkan begitu saja. Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Cokorda Sudira M mengatakan, pencabutan izin tidak langsung bisa dilakukan. Pencabutan izin baru bisa dilaksanakan setelah adanya surat rujukan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dibudpar). Surat tersebut selanjutnya akan dikaji oleh tim kerja yang berasal dari SKPD teknis di Mataram.

a�?Berdasarkan hasil kajian tersebut akan dibuatkan rekomendasi apakah diiterima, dipending atau ditolak. Setelah itu baru diserahkan pada BPMP2T untuk ditindaklanjuti,a�? ujar Sudira.

Terpisah, Kepala Disbudpar Kota Mataram H Abdul Latif Nadjib menjelaskan, pihaknya belum bisa mengeluarkan surat rujukan terkait pencabutan izin operasional hotel tersebut. Sebab belum ada laporan hasil operasi di hotel-hotel dimaksud.

a�?Tindaklanjutnya akan dilakukan setelah semua laporan masuk ke Disbudpar,a�? lanjutnya

Diakui, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh pengelola hotel. Selain itu, Disbudpar juga melakukan pendekatan persuasif melalui surat dan pemantauan langsung. a�?Kita juga adakan pemantauan langsung tiap bulan ke hotel non bintang maupun berbintang,a�? imbuh Latif.

Secara rutin operasional hotel-hotel tersebut sudah dievaluasi. Sementara izin operasional dievaluasi secara berkala.

Terkait rekomendasi Pemprov NTB untuk mencabut izin operasional, Latif menanggapi positif usulan tersebut. Menurutnya, rekomendasi pencabutan izin tersebut bukan dimaksudkan untuk mematikan usaha hotel melati. Hal tersebut dilakukan supaya hotel dapat digunakan sesuai dengan fungsinya.

a�?Para pengelola hotel melati, harusnya mengikuti aturan perda yang berlaku,a�? ajaknya.

Dia menyebutkan, sejauh ini, belum ada tindakan penutupan hotel melati di Mataram. Disbudpar masih mengkaji operasional hotel tersebut. Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi pertimbangan dan bahan rekomendasi kepada wali kota.

a�?Kita lakukan sesuai prosedur, pertama diberi peringatan lisan, tulisan dan pencabutan izin operasionalnya,a�? tandasnya.(cr-fer/r4)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost