Ekonomi Bisnis

Petani Khawatir Kemarau Panjang

Kemarau

MATARAM – Para petani khawatir kemarau panjang terjadi tahun ini. Kemarau berkepanjangan akan mengakibatkan berkurangnya pasokan air ke sawah mereka. Sehingga bisa menurunkan hasil produksi.

a�?Hasil panen bakal berkurang kalau kemarau panjang,a�? kata seorang petani di Mataram Aziz pada Lombok Post, kemarinA�(19/6).

Ia melihat fenomena kemarau panjang tentu akan sangat menganggu petani. Untuk mengantisipasinya, ada sejumlah alternatifnya yang bisa dilakukan. Misalnya dengan melakukan pengairan bergilir.

a�?Sistem pengairan bergilir ini bisa sedikit membantu agar tanaman tidak kekurangan air,a�? ujarnya.

Sementara itu salah satu pengusaha ikan, Ridwan mengatakan kemarau panjang memang menakutkan. Kemarau panjang bisa membuat petani ikan seperti dirinya bakal merugi.

a�?Biasanya ikan bisa panen tiga sampai empat bulan, tapi kalau dalam kondisi kemarau panjang bisa panen enam sampai tujuh bulan,a�? ujarnya.

Waktu panen yang panjang tentunya telah membuat rugi para petani ikan. a�?Belum tentu setelah panen langsung laku, tapi kalau laku butuh beberapa waktu. Ini tentu merugikan kami,a�? jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, BMKG memperingatkan kemungkinan terjadinya el nino di sejumlah wilayah di Indonesia, salah satunya NTB. El nino akan memperpanjang musim kemarau dengan suhu kian kering, sehingga mengancam sektor pertanian.

Fenomena yang mulai melanda sejak Juni itu juga berakibat pada mundurnya awal musim hujan pada 2015 sampai 2016. Daerah yang lebih merasakan dampak el nino berada di selatan khatulistiwa. Yakni, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. (nur/r4)

Related posts

IIP BUMN Sasar Daerah Terpencil

Redaksi Lombok post

PHRI Optimis OkupansiTerus Meningkat

Redaksi LombokPost

Harus Ada Kebijakan Pendukung

Redaksi Lombok post

Leave a Comment