Lombok Post
Selong

Strawberry Bisa Jadi Takjil Juga Lho

strawberry
DEMI KELUARGA: Samad, petani strawberry di Sembalun saat memanen buah bersama anak istri.

Sembalun yang dikenal sebagai penghasil strawberry satu-satunya di Lombok, tak kehilangan konsumen selama Ramadan. Bahkan banyak wisatawan yang datang langsung untuk memetik buah mungil ini sebagai salah satu takjil unik khas Gumi Selaparang.

***

JARUM jam menunjukkan pukul 09.00 Wita, ketika Samad sudah mulai sibuk di kebun buah miliknya. Di kebun seluas delapan are itu, ia menanam strawberry. Dengan luas lahan yang tak seberapa, ayah dua anak yang masih kecil-kecil inimemang harus pintar mengatur siasat.

Menanam padi hampir mustahil dilakukan. Selain karena lahan terlalu sempit sehingga kurang menguntungkan, letaknya yang berada di daerah perbukitan membuat itu semakin sulit dilakukan.

Jatuhlah pilihannya pada strawberry, buah merah darah yang mungil namun memiliki rasa khas manis cenderung kecut. Memasuki bulan puasa, ia mengatakan tak khawatir dengan pemasukannya. Jika di bulan biasa banyak wisatawan yang datang untuk melakukan petik buah stawberry, kini ia tak mau kehabisan akal. a�?Sekarang kita petik langsung terus jual,a�? kata suami dari Hasni itu.

Setelah dipetik pada pagi hingga siang hari, di sore harinya ia tinggal menjajakan di pinggir jalan utama Kecamatan Sembalun. Untuk tiga kotak mika kecil dijual seharga Rp 10 ribu. Kebiasaan tahun sebelumnya, saat Ramadan bisa laku 40-50 kotak per harinya. Jika dirupiahkan sekitar Rp 100-150 ribu. Sebuah hasil yang sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Pembeli menurutnya biasa menjadikan buah yang selalu hidup di dataran tinggi itu sebagai menu takjil. Ya, takjil, kendati terdengar asing, namun cukup banyak yang mencoba hal tersebut. Sejumlah zat yang ada dalam buah ini dipercaya bisa mengembalikan tenaga setelah seharian penuh tak menyerap nutrisi apapun. a�?Tidak pernah sepi kok, malah tambah gampang jualnya,a�? kata Samad.

Hal itu dibenarkan Camat Sambelia Usman yang mengatakan jumlah pemburu stawberry tak menurun selama puasa. Bahkan sebaliknya, dari waktu kewaktu tren peningkatan terus terjadi. Karena cukup jarang di pasaran, banyak orang memanfaatkan momen Ramadan untuk mendapat buah yang satu ini. a�?Kalau saya lihat justru mulai banyak warga lokal dan luar yang jadikan ini sebagai pelengkap berbuka,a�? jelasnya.

Berminat? Anda bisa memulai perburuan dengan datang langsung ke Sembalun. Bahkan jika masih memiliki tenaga, wisata petik buah juga bisa dilakukan langsung. (WAHYU PRIHADI)

Berita Lainnya

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

ADBMI Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost