Lombok Post
Catatan Redaksi

Martabat Kangkung

ILUSTRASI

HARGA kangkung naik. Itulah judul salah satu berita yang dimuat di sejumlah media massa di NTB beberapa hari belakangan ini. Memang bukan berita utama, hanya berita pojokan. Tapi pasti banyak yang membaca. Karena kita semua, khususnya di Lombok, menggemari olahan kangkung, terutama plecing.

Namun kenaikan harga kangkung yang gila-gilaan, hingga Rp 2000 perikatnya (normalnya hanya Rp 500 perikat) membuat beragam pernyataan muncul. Ada yang mencibir pemerintah karena tidak mampu mengontrol harga. Ada yang mencibir pedagang yang hanya mau mencari untung. Bahkan ada yang mencibir maniaknya warga Lombok akan plecing, sehingga kangkung ludes.

Kita boleh ikut-ikutan mencibir, toh itu hak masing-masing orang. Apalagi mencibir pemerintah yang terkesan impoten dalam mengendalikan harga. Bukankan sebelum kangkung naik, sejumlah sembako lainnya sudah duluan naik. Kenaikan harga kangkung pun dianggap sebagai imbas kenaikan harga sembako yang lain. Kalau pemerintah mampu mengontrol harga, tentu petani kangkung tidak bakal iri, hingga ikut-ikutan menaikan harga kangkungnya.

Namun kenaikan harga kangkung ini sesungguhnya patut disyukuri. Kangkung, adalah makanan rakyat (baca: rakyat kecil). Petaninya dan pedagangnya pun orang-orang kecil. Mata rantai distribusi kangkung pun sangat pendek. Paling panjang, petani a�� pedagang a�� konsumen. Bahkan kebanyakan petani menjualnya langsung ke konsumen di pasar. Artinya yang menikmatinya kenaikan harga kangkung adalah para petani dan pedagang yang rata-rata rakyat kecil.

Ini beda dengan komoditas lainnya, seperti beras misalnya. Rantai distribusinya biasanya seperti ini; petani-pedagang besara��pedagang kecil-pedagang eceran-konsumen. Itu kalau normal, jika spekulan tidak ikut-ikutan masuk dalam rantai distribusi tersebut.

Artinya, dengan rantai distribusi seperti ini, yang mendapatkan keuntungan terbesar bukan petani. Tapi, justru para pedagang besar, atau spekulan yang bermain di dalamnya. Tak heran, kenaikan harga komoditas seperti beras dan sejenisnya itu, tidak banyak dirasakan oleh petani yang rata-rata adalah rakyat kecil. Jadi kenaikan komoditas semacam beras, tidak bisa disamakan dengan kangkung.

Karenanya, jika kita protes atas naiknya harga kangkung, sebenarnya, sedikit berlebihan. Kenaikan harga kangkung ini sebenarnya patut disyukuri. Karena akhirnya rakyat kecil pun bisa mendapat rezeki lebih di saat Ramadan seperti ini. Toh jika ekonomi mereka sedikit terangkat, sesungguhnya menguntungkan bagi ekonomi kita secara keseluruhan, karena ada pemerataan ekonomi yang terjadi. Dampaknya yang lebih luas, kemiskinan makin terpangkas.

Kenaikan harga kangkung mestinya juga bisa ditangkap sebagai peluang meningkatkan a�?martabata�? kangkung. Jika sebelumnya kangkung hanya dijual di pinggiran pasar, mestinya levelnya sudah bisa naik ke supermarket.

Dengan naiknya a�?martabata�? kangkung, maka komoditas ini akan memiliki nilai ekonomi lebih baik lagi. Kangkung bisa dijual ke luar daerah, bahkan diekspor ke luar negeri. Selanjutnya kangkung bisa menjadi bahan utama kuliner mahal. Bisa jadi kangkung nantinya dijadikan bahan utama pizza, atau hamburger dan sebagainya.

Toh, sebenarnya kualitas kangkung tidak kalah dengan sayuran lainnya, bahkan dengan sayuran yang martabatnya lebih baik seperti brocoli, buncis, bawang bombay, dan sebagainya. Apalagi kangkung Lombok yang dikenal memiliki kelebihan tersendiri dibanding kangkung-kangkung dari daerah lain.

Memang naiknya martabat kangkung bisa membuat rakyat kecil tidak bisa lagi semaunya mengkonsumsi kangkung. Tapi kalau kangkung naik level, tentu rakyat Lombok juga bakal naik level. Bukankah kangkung bisa ditanam dimana saja. Sehingga kita semua bisa menjadi petani kangkung. (*)

Berita Lainnya

Senggigi Sudah Move On

Redaksi LombokPost

CPNS Kesulitan Penuhi Passing Grade

Redaksi LombokPost

KEK Mandalika Penyumbang PAD Terbesar

Redaksi LombokPost

Senggigi Diprediksi Normal Tahun Depan

Redaksi Lombok Post

Buy tamoxifen

Redaksi Lombok Post

Cheap tadapox review

Redaksi Lombok Post

Tadalis purchase

Redaksi Lombok Post

buy tadacip

Redaksi Lombok Post

Buy synthroid generic

Redaksi Lombok Post