Lombok Post
Giri Menang

Pemerintah Tebar Janji Palsu Aspal Jalan di Bangko Bangko

Bangko Bangko
TERJATUH: Jalan menuju kawasan Wisata Bangko-Bangko Desa Batu Putih rusak parah. Kendaraan yang melintas di jalur tersebut nyaris terguling.

Jalan mulus dan beraspal selalu didambakan setiap orang. Begitu pula dengan masyarakat yang tinggal di Bangko-Bangko, Desa Batu Putih, Sekotong. Di sana, jalan rusak telah menyebabkan warga merintih sepanjang tahun.

***

BANGKO Bangko memiliki keindahan pantai. Banyak wisatawan taida ragu menjamahnya. Kendati jalan menuju ke sana amatlah menyiksa. Keindahan ombak Bangko Bangko memang tak bisa ditampik para peselancar. Sehingga, penat akibat jalan rusak menjadi terbayarkan.

Tapi, tentu saja konidisi tak selamanya bisa dibiarkan begitu. Pantai boleh perawan. Tapi, akses jalan tentu tak harus masih perawan dari perbaikan. Jalan ke Bangko Bangko sama sekali belum diaspal.

Jalannya dipenuhi bebatuan ukuran besar dan kerikil tajam, yang siap menghantam ban mobil, dan mencubit roda kendaraan motor. Bukan hanya itu, jalan yang terjal dan curam menjadi keluhan wisatawan. Bukan karena jauhnya atau capek. Tapi ancaman yang bakal diterima pengunjung.

Para wisatawan tidak sedikit yang menjadi korban jalan tersebut. Ada yang terjatuh, hingga mengalami luka serius. Ada pula yang nyaris terjun bebas di pinggir jalan, yang curam itu. a�?Kalau pantainya, semua wisatawan memuji. Tapi, jalan yang kerap dikeluhkan mereka,a�? kata Dodi, penjaga salah satu Bungalow di Pantai Bangko Bangko.

Berharap dan terus berharap. Itulah yang kerap menaungi kerinduan warga Bangko Bangko terhadap jalan beraspal. Bertahun-tahun, mereka tinggal dengan kondisi jalan yang memprihatinkan.

Warga tidak berhadapan dengan jalan berlubang atau berlumpur. Tapi, mereka melintasi jalan dengan kondisi medan yang bebatuan dan terjal. Sekali saja salah melangkah, bisa jadi kena musibah.

Kondisi jalan ini menjadi pemandangan yang selalu mewarnai hari-hari warga Bangko Bangko. Bertahun-tahun mereka melintasi jalan bebatuan itu. Kendaraan yang kerap ditunggangi mereka kerap lelah. Bahkan, tidak sedikit yang rusak lantaran terjatuh dan kena benturan batu. a�?Lebih baik kami copot bodinya. Kalau dipasang, nanti pecah semua,a�? ungkap Mhdar, salah seorang warga.

Ia mengaku, selama ini warga hanya menerima janji saja. Tiap tahun, warga selalu diimingi jalan akan diperbaiki. Terutama saat pemilihan bupati dan dewan. a�?Kami rindu jalan diaspal. Karena kondisinya sudah sangat parah sekali,a�? akunya.

Jika musim hujan, kata dia, jalan menjadi sungai. Jalur perlintasan air memenuhi badan jalan. Praktis kondisi itu menyulitkan pengendara melintas. a�?Inikan tempat wisata. Seharusnya diperbaiki,a�? aku dia.

Beberapa tahun lalu, aku dia, sempat ada yang datang. Petugas melakukan pengukuran sepanjang jalan Bangko Bangko. Muhdar mengaku, sempat bertanya pada petugas perihal pengukuran itu. a�?Mereka jawab mau diaspal,a�? aku dia.

Sejak itu, dirinya selalu berharap. Hampir tiap tahun, Muhdar mendambakan kehadiran orang-orang yang akan memperbaiki jalannya. Sayangnya, hingga kini harapannya itu tak kunjung jadi nyata. a�?Hampir tiap tahun kami berharap. Tapi, belum juga diaspal,a�? bebernya. (ISLAMUDDIN/r12)

Berita Lainnya

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost