Selong

Pengusaha Kolang Kaling Kebanjiran Order

Kolang Kaling

Kolang kaling merupakan buah yang biasa ditemukan dalam minuman Es campur. Permintaan Es yang miningkat selama Ramadan, membuat pengusaha kolang kaling juga kebanjiran pesanan.

**

SIANG itu, Ahmad terlihat begitu serius bekerja. Dengan berpeluh keringat, ia terus menjalankan aktifitasnya. Baginya puasa, bukan berarti bisa bermalas-malasan. Ia memilih terus bekerja, walaupun sudah terlihat letih. Sejak pagi ayah lima anak ini memang sudah menuju ladang. Ia hendak memetik buah kolang kaling, atau yang oleh warga Suralaga tempatnya tinggal biasa disebut beluluk.

Buah lonjong berwarna putih dengan tekstur kenyal itu dihasilkan dari pohon aren. Di pohonnya, bulir-bulir hijau beluluk membentuk tandan saling mengikat satu dengan lainnya. Sepintas mirip tampilan anggur hijau tapi dalam ukuran yang lebih besar.

a�?a��Permintaan sedang banyak-banyaknya,a�? kata Ahmad menjelaskan.

Hari itu Ahmad memetik tiga tandan dari ladang milik keluarganya. Ini baru proses pertama. Masih ada lima hingga enam tahap selanjutnya hingga kolang-kaling bisa dipasarkan. Buah ini harus dimasak terlebih dahulu. Setelah itu, barulah daging buahnya bisa dikeluarkan dari kulit kerasnya satu demi satu. Dari pagi, rangkaian proses ini biasanya rampung sore jelang datangnya waktu berbuka.

Namun, letih sepanjang hari akan terbayar lunas saat butir-butir kolang kaling dibawa ke pengepul. Di bulan puasa seperti ini Ahmad bisa memperoleh pemasukan hingga Rp 300 ribu. Sebuah angka yang yang cukup besar bila dibandingkan penghasilan hariannya yang hanya berkisar Rp 50 ribu.

Para pengusaha olahan penganan dan minuman yang menjamur selama Ramadan adalah adalah pemasuk rupiah bagi Ahmad dan kawan-kawan. Hal ini mengingat peran kolang kaling yang dapat dipadukan dengan aneka jenis sajian khas bulan puasa. Mulai dari es campur, bubur, kolak hingga cendol.

Hal itulah yang membuatnya selalu bisa tersenyum lebar saat memasuki Ramadan. Buah yang oleh sebagaian orang dianggap remeh ternyata bisa menghasilkan dan mengidupi keluarga yang menekuninya. (WAHYU PRIHADI/yuk)

Related posts

Kejar WTP, Sebaiknya Gandeng BPKP

Iklan Lombok Post

Dewan Sorot Kinerja Dinas PPKA

Redaksi Lombok post

Haul Syaikh Abdul Qadir Jaelani Dirayakan di Penedegandor

Redaksi Lombok post

Leave a Comment