Lombok Post
Kriminal

Ramadan, Napi Rindu Keluarga

KHUSUK: Suasana salat tarawih berjamaah yang digelar di Lembaga Permasyarakatan Mataram.

MATARAM a�� Hampir semua orang berharap bisa berkumpul bersama keluarga di bulan Ramadan. Namun ini mustahil dilakukan oleh penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram. Mereka harus rela tinggal jauh dengan keluarga karena menjalani hukuman.

Tak heran banyak napi penghuni Lapas Mataram yang merindukan kebersamaan bersama keluarga di bulan suci ini. Salah satunya adalah Ft (inisial, red). Napi ini menjalankan ibadah puasanya pertama kali di dalam Lapas Mataram.

Ft sendiri divonis hukuman penjara selama satu tahun tiga bulan, karena kasus illegal logging. a�?Saya baru menjalankan masa hukuman selama dua bulan,a�? kata FT pada Lombok post di Lapas Mataram.

Dia mengaku sangat merindukan berkumpul bersama keluarga saat bulan puasa. Di setiap malam Ramadan di benaknya terbayang moment kebersamaan bersama anak istrinya baik saat sahur maupun berbuka.

a�?Kalau salat terawih saya selalu ajak istri dan anak saya ke masjid,a�? kenang FT dengan mata berkaca-kaca.

Dia juga mengaku sangat merindukan masakan yang dibuat istrinya. Sayur asam buatan istri saya dirasakan sebagai syur terenak yang pernah dia nikmati dalam hidupnya. Namun sekarang, semua itu tinggal kenangan. Setidaknya masih ada satu Ramadan lagi yang harus dia habiskan di dalam sel.

Tidak hanya dia, penghuni lapas lainnya juga merasakan hal yang sama. Apalagi yang baru saja menjalani hukuman.

a�?Saat saya berbuka puasa pertama kali dalam sel, saya bersama teman-teman meneteskan air mata, karena mengingat istri dan anak-anak,a�? kata pria asal Lombok Utara ini.

Ft sendiri mengaku sangat menyesal karena sudah melanggar hukum. Karena tindakannya ini dia tidak bisa berkumpul dengan keluarganya di bulan puasa.

a�?Saya menyesal dan tidak mau melakukan tindakan yang melanggar hukum lagi,a�? janjinya sembari menunduk. (cr-ian/r4)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost