Lombok Post
Giri Menang Headline

SK Plt Datang, Kadis Lelet Ditendang

Plt
SUASANA: Suasana rapat evaluasi yang dipimpin langsung wabup Lobar Fauzan Khalid.

Pejabat Lobar mulai dihantui rasa was-was. Itu setelah Wabup Fauzan Khalid mengumandangkan rencana mutasi pejabat eselon II. Kocok ulang kepala SKPD di Lobar memang di depan mata. Apalagi, pekan ini, Wabup telah resmi mengantongi SK Plt Bupati dari Mendagri, setelah Bupati H Zaini Arony diberhentikan sementara.

***

RAPAT pimpinan lengkap yang dipimpin Wakil Bupati Lobar Fauzan Khalir pekan lalu, menyisakan gurat cemas di wajah sejumlah kepala SKPD Lobar. Tak ada senyum, tak ada tawa dari mereka. Terutama bagi para pejabat yang telah mengantongi tanda stabilo merah.

Rapat memakan waktu tiga jam. Seluruh kepala SKPD hadir. Tegas dalam rapat itu, Wabup Fauzan memastikan, dia akan menggelar evaluasi kinerja.

Ia mengawali dengan melihat grafik kinerja pejabat. Pajangan angka-angka capaian dinas-dinas lingkup pemda mewarnai layar. Ada yang memuaskan, ada yang mengecewakan, ada pula yang biasa-biasa saja. Melihat capaian itu, Fauzan hanya terseyum diam sambil menatap layar prosentase itu.

Pada rapat pimpinan itu, diperlihatkan pula capaian SKPD yang masuk dalam jurang degradasi alias zona merah. Ada sepuluh SKPD yang mendapat rapor merah. Hasilnya, sangat mengecewakan alias tidak sesuai target. Raport merah terutama ditandai dengan serapan anggaran yang masih amat minim.

Setelah rapat, Fauzan yang mengenakan baju dinas enggan diwawancara sambil jalan. Ia meminta wartawan masuk ke dalam ruangannya. a�?Ke ruangan saja ya,a�? katanya sambil merangkul salah seorang wartawan.

Ketika berada di dalam ruangan, Fauzan langsung mengungkit capaian para SKPD. Ia mengaku kecewa, serapan anggaran sangat rendah. Apalagi, memasuki pertengahan tahun. a�?Saya sudah evaluasi seluruh SKPD. Hasilnya, ada yang mengecewakan,a�? katanya.

Sinyalpun mulai disebarkan Fauzan. Ia menggertak akan melakukan perombakan besar. Pejabat yang dianggap kinerjanya lamban bakal digeser. Langkah geser menggeser diambil setelah melihat kinerja para SKPD yang sungguh mengecewakan.

Bayangkan saja, memasuki bulan Juni ini, serapan anggaran secara total hanya 11,7 persen. Angka ini sudah pasti membuat Fauzan berang. Mengingat, potensi yang dimiliki Lobar sangat besar, dibanding daerah lainnya.

Fauzan mengecam para pejabat malas. Setelah turun Surat Keputusan (SK) Plt Bupati dirinya akan memutasinya. Nama-nama calon pimpinan yang akan diganti dan menggantikan sudah ada digenggamannya. Namun, Fauzan belum mau mempublikasikannya. Ia memilih merahasiakan siapa saja yang akan dibuang dan dipromosikan.

a�?Kalau kewenangan selaku Plt bupati turun. Saya akan melakukan evaluasi menyeluruh bagi seluruh SKPD,a�? kata Fauzan.

Konsekuensi dari evluasi itu bisa jadi jabatannya dipromosi, mutasi horizontal, turun dari eselon II ke eselon III. Bahkan, ada juga pejabat yang akan dinon job.

Langkah itu pelajaran sekaligus motivasi untuk para pejabat Lobar. khususnya dalam membangun daerah lebih maju. Dia memastikan, kalau dirinya tak sedang menggertak. a�?Tapi say atak akan melakukan hal itu tanpa melanggar aturan,a�? kata dia.

Itu sebabnya dia akan menjalani apa yang telah diatur dalam Undang Undang Aparatur Sipil Negara. Fauzan sangat berhati-hati menyebutkan secara detail pejabat yang bakal digeser. Ia hanya mengungkapkan, semuanya akan dievaluasi dan tidak terkecuali. Termasuk jabatan Sekda. a�?Kalau saya anggap baik, mereka tetap pada posisi itu. Kalau tidak, diganti,a�? tegasnya.

Alasan evaluasi ini tidak terlepas dari kinerja pejabat tertentu yang dianggap lamban. Fauzan mengatakan, dalam melakukan evaluasi, dirinya melihat secara subjektif. Ada beberapa pejabat yang menempati SKPD tertentu kinerjanya lamban dan tidak ada kreativitas sama sekali. a�?Tidak ada kreativitas. Seringkali hasil itu terlihat dari kreativitas. Ini hasil evaluasi saya sendiri,a�? akunya.

Sering kali, SKPD tertentu tidak ada terobosan dan terkesan stagnan. Fauzan menilai, kondisi dam suasana kerja itu mengharuskan adanya perubahan. Karena, kinerja lamban itu salah pemimpin SKPD. a�?Tidak semua SKPD lamban. Evaluasi ini tidak terkecuali, bukan hanya SKPD yang rapor merah tapi semuanya,a�? jelasnya.

Dalam evaluasi ini, Fauzan menegaskan parameter penilaian tidak berkaitan dengan orangnnya bupati. Kala berpasangan dengan bupati Zaini dan hingga sekarang ini, Fauzan mengaku tidak pernah menganggap ada orang bupati dan orangnya wabup.

a�?Tidak ada kaitan itu orangnya bupati, orangnya wabup. Semuanya orang kita. Tidak ada parameter seperti itu. Ukuran evaluasi ini kinerja mereka,a�? bebernya.

Nantinya, setelah evaluasi dilakukan, langkah selanjutnya yang ditempuh Fauzan panitia seleksi (pansel). Pola yang diambil dengan memakai lima orang pansel. Dua orang berasal dari internal pemerintah dan sisanya dari akademisi.

Untuk lima orang pansel ini, Fauzan memutuskan mengambil pemprov. Ia menilai, pengambilan tim pansel dari pemrov agar pelaksanaan mutasi berjalan objektif. a�?Saya memang sengaja tidak pakai orang di internal Lobar,a�? kata dia.

Di ujung komentarnya, Fauzan membeberkan hasil rapim. Ia mengungkapkan, ada sepuluh SKPD yang mendapat nilai rapor merah. Mereka itu masuk dalam kategori yang serapan anggaran rendah. Misalkan, serapan anggaran pada Dinas Pertambangan dan energy, dan Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan.

a�?Bukan berarti kinerja mereka buruk. Saya sudah dengarkan alasannya, kenapa sampai rendah serapan anggarannya,a�? pungkas Fauzan.

Mencuatnya sinyal mutasi ini membuat para pimpinan SKPD menarik napas. Beredar kabar kalau mereka mulai kasak kusuk. Antara lain mereka adalah pejabat yang kena semprot lantaran kierja anjlok.

Sementara, dukungan mutasi mulai menggelora. Rencana Wabup Lobar Fauzan Khalid merombak pejabat disambut dewan. Salah satunya, anggota DPRD Lobar Ahmad Zainuri. a�?Nonjobkan yang nggak mau kerja,a�? tegasnya.

Ia menilai kinerja para pemimpin SKPD tidak memuaskan. Ia menjelaskan, serapan anggaran yang dicapai SKPD sangat memalukan. Bayangkan, pertengahan tahun ini serapan anggaran hanya 11,7 persen. a�?Kalau begitu cara kerjanya, Lobar akan mundur,a�? jelasnya. Menurut dia, perombakan pejabat perlu ditempuh. Itu dilakukan untuk memajukan Lobar. Jika terus dibiarkan seperti ini, dikhawatirkan target tidak akan tercapai. (jlo/r12)

Berita Lainnya

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost