Lombok Post
Metropolis

Chizkek Lumer, Cheesecake Lezat Harga Bersahabat

UNIK: Inilah stan Chizkek Lumer yang berada di jalan Majapahit, tepatnya di depan Taman Budaya.

* Ini dia Kudapan Asyik untuk berbuka (2)

Pertama dan satu-satunya di kota Mataram. Perpaduan cake yang lembut dengan lelehan krim keju dan parutan keju yang memanjakan lidah. Cocok untuk menjadi salah satu pilihan menu berbuka puasa.

***

SAMBIL menanti waktu berbuka, tak ada salahnya berburu kudapan. Sepanjang jalan Majapahit dari gerbang Unram hingga depan Taman Budaya, berjejer puluhan stan makanan dan minuman berbuka. Salah satunya adalah stan Chizkek Lumer. Stan tersebut menawarkan kudapan berbahan dasar keju.

Chizkek Lumer adalah Cheesecake yang dimodifikasi dengan berbagai varian rasa. Perpaduan cake dan disiram krim keju dan filling berbagai rasa. DikatakanA� lumer, karena krim yang dipakai untuk siraman cakenya begitu lembut.

a�?Mari mbak, silahkan dilihat kuenya,a�? kata Yuni Maharani saatA� Lombok Post datang menghampiri.

Chizkek Lumer sendiri merupakan usaha franchise asal Malang, Jawa Timur. Pembuat pertama kue tersebut adalah seorang ibu rumah tangga bernama Ratna Fadila. Awal tercipta Chizkek Lumer berasal dari pembuatan Japanese Cheesecake dan Cheddar Cheesecake. Cheesecake tersebut sangat mahal.

Akhirnya ia mencoba resep murah dan harga terjangkau sehingga terciptalah Chizkek Lumer. Di Malang, kue tersebut ramai diburu pembeli.

Usaha cheesecake di Mataram masih terhitung jarang. Bahkan belum ada ditemukan outlet penjual Chizkek Lumer. Akhirnya, keluarga Yuni Maharani mencoba peruntungan dengan menjual makanan tersebut. Mereka pertama kali membuka stan di Nayomi Kuliner, Karang Bedil. Waktu itu, tempat tersebut baru saja selesai dibangun.

a�?Sebenarnya itu semua ide kakak sih, usaha cheesecake di Lombok kan masih jarang,a�? ujar gadis yang akrab dipanggil Yuni tersebut.

Chizkek Lumer menawarkan sembilan varian rasa. Mulai dari original hingga hazelnut. Kue tersebut juga dihiasi beragam toping menarik. Seperti choco oreo, tiramisu, choco chips, strawberry, kiwi dan jeruk.

Cheesecake tersebut langsung didatangkan dari Malang. Hal tersebut untuk menjaga cita rasa asli dari kue tersebut. Namun jangan kuatir masalah ketahanannya. Kue tersebut sanggup bertahan sampai satu minggu sejak pengiriman. Jika dimasukkan ke freezer akan bertahan sampai dua minggu.

Bukan hanya di kota asalnya, kue tersebut mulai tenar di Mataram. Peminatnya datang dari berbagai kalangan. Terutama kaum remaja dan anak-anak. Setiap varian dibandrol dengan harga mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 45.000. Harga tersebut bersahabat dengan kantong pembeli.

Keuntungan bisnis Chizkek Lumer terhitung cukup menjanjikan. Hanya bermodal awal satu juta rupiah, dalam sehari Yuni bisa meraup keuntungan hingga tiga ratus ribu rupiah. a�?Keuntungannya kita sisihkan sebagian untuk kaum duafa dan yatim,a�? beber Yuni.

Dalam usaha selalu ada sisi manis dan juga pahit. Sebelum sukses seperti sekarang, Yuni juga pernah merasakan pahitnya menjalani bisnis tersebut. Meski begitu, ia tetap percaya jika usahanya pasti sukses. a�?Dalam usaha pasti mengalami rugi dan untung kan?a�? ujarnya sambil tersenyum.

Ramadan kali ini, Yuni mengaku mendapat banyak berkah. Karena itu, ia melakukan promo turun harga. Semua jenis varian diberi potongan harga sebesar lima ribu rupiah. Hal tersebut juga dilakukan untuk menarik lebih banyak pembeli. a�?Meski yang jualan ramai, tapi tetap aja pembeli juga ramai,a�? tandasnya.(Bersambung/r8/Ferial Fitri Ayu Supriani/Mataram)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost