Giri Menang

Hulu Merawat, Hilir Menikmati dan Bertanggungjawab

Warga Kota Mataram dan sebagian Lombok Barat sangat tergantung pada pasokan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Sehari saja macet, berisiknya minta ampun. Tapi, apakah para penikmat air bersih tahu bagaimana perjuangan warga di hulu menjaga hutan tetap lestari, agar air tetap mengalir di keran rumah mereka ?

***
SEPERTI biasa, memasuki musim kemarau ini, Karyadi memantau debit air sungai yang tak jauh dari rumahnya. Warga Aik Nyet, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada ini harus mengecek debit air. Papan kontrol ketinggian air saban hari harus dia catat. Dilaporkan ke kelompok, dan WWF Nusa Tenggara yang menjadi mitranya. Alat Duga Air Otomatis (AWLR) dan Alat Duga Air Manual (Peilschaal) terpasang di sungai kecil, sekitar 150 meter dari rumahnya. Aliran air tempat terpasangnya alat itu berasal dari mata air di Aik Nyet, kawasan hutan Sesaot.

a�?Masih normal,a��a�� katanya setelah memeriksa ketinggian air, akhir pekan lalu.

Kondisi air menjadi salah satu indikator jika hutan kawasan Sesaot masih lestari. Jika tegakan berkurang, tentu saja akan berdampak pada debit air. Semakin banyak dan lebat pohon, air semakin berlimpah dan sebaliknya.

Pengelolaan kawasan hutan Sesaot yang menjadi kantong air untuk Lombok Barat, Kota Mataram, dan Lombok Tengah memang cukup pelik. Hutan itu berbatasan langsung dengan permukiman warga. Membuka lahan pertanian dan perkebunan adalah godaan terbesar. Jika dibiarkan, hutan bisa habis. Jika dilarang memasuki hutan, warga di kawasan hutan Sesaot yang meliputi Desa Pakuan, Desa Sesaot, Desa Lebah Sempaga, Desa Sedau, dan Desa Buwun Sejati, menggantungkan hidup dari hutan. Itulah sebabnya, pengelolaan kawasan hutan Sesaot harus benar-benar arif. Fungsi konservasi tetap jalan, sebagai sumber ekonomi juga jangan terhenti. Tapi bukan dengan cara menjual kayu.

Luas kawasan hutan Sesaot kurang lebih 3.600 hektare (ha). Dari luas ini ada beberapa kelompok yang mengelola, yang terbagi dalam beberapa blok. Para kelompok dan pengelola blok inilah yang menjaga kawasan itu tetap lestari, dan mendapatkan manfaat ekonomis.

Kelompok Wana Darma memegang 20 blok dengan total luas 970 ha. Kelompok ini memiliki 1.100 anggota. Kelompok ini berada di Desa Sesaot. Kelompok Wana Lestari memiliki 23 blok dengan total luas 900 ha, dengan jumlah anggota 1.132. Kelompok ini merupakan warga di Desa Buwun Sejati.

Kelompok Mitra Pelestari Hutan (KMPH) memiliki anggota 1.200 orang, dengan luas areal 236 ha. Dari luas ini, 185 ha sudah keluar izin HKm (Hutan Kemasyarakatan) nya. Kelompok ini tersebar di desa-desa yang berbatasan dengan kawasan hutan Sesaot.

a�?Sisanya masih dalam proses untuk pengajuan pencadangan,a��a�� kata Ketua KMPH Rahman.

Para pengurus kelompok, dan penanggungjawab blok inilah yang menjadi ujung tombak menjaga kawasan hutan Sesaot. Beberapa tahun lalu, difasilitasi WWF Nusa Tenggara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat membuat Peraturan Daerah (Perda) Jasa Lingkungan. Melalui perda ini, para pelanggan PDAM di Lombok dan Mataram berkontribusi langsung terhadap kelestarian hutan di kawasan Sesaot. Pelanggan dikenakan Rp 1.000 tiap bulan. Dana yang terkumpul itulah yang kemudian digunakan untuk kegiatan konservasi.

a�?Sangat besar manfaat jasa lingkungan itu,a��a�� kata Ketua Kelompok Wana Lestari Alimudin.

Selain program jasa lingkungan ini, WWF berkolaborasi dengan Forest Stewardship Council (FSC) menjalankan program Forest Certification for Ecosystem Services (ForCES). Secara umum program ini adalah pengembangan sertifikasi jasa lingkungan. Sertifikasi ini berupa pengakuan terhadap individu atau kelompok yang diberikan karena keberhasilan mereka dalam menjaga kelestarian hutan. Di beberapa negara yang sudah menerapkan ini, PES Officer WWF Nusa Tenggara, Kurniawan mencontohkan kayu yang dihasilkan dari perkebunan kelompok yang menjaga kelestarian hutan diberikan sertifikat khusus.

a�?Harga produknya menjadi premium sebagai penghargaan atas perannya menjaga lingkungan,a��a�� katanya. (bersambung/Fathul Rakhman/r12)

Related posts

Dua Pekerja Hiburan Positif HIV

Redaksi Lombok post

Diminta Genjot Hasil Pertanian, Pemerintah Ogah Perbaiki Irigasi

Iklan Lombok Post

Baznas Salurkan Rp 1,2 Miliar

Redaksi Lombok post

Leave a Comment