Lombok Post
Giri Menang Headline

Pekerja Hiburan Wajib Kantongi Kartu Sehat

Kartu Sehat

GIRI MENANG – Pemda Lobar menerapkan aturan bagi pekerja di tempat hiburan malam. Mereka diharuskan memegang kartu sehat.

Syarat itu diberlakukan untuk menghindari penyebaran HIV/AIDS. Hal ini lantaran profesi paling tinggi yang rentan terkena penyakit menular itu, adalah pekerja seks komersil (PSK).

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Lobar, M Djunaedi menjelaskan, kawasan wisata Lobar cukup populer dan memengaruhi arus migrasi. Tingginya tingkat migrasi ini sangat memungkinkan terjadinya penyebaran virus HIV/AIDS.

a�?Untuk itu kami menerapkan bagi tempat hiburan malam untuk mensyaratkan karyawan dan karyawati memegang kartu sehat,a�? katanya, kemarin.

Syarat itu telah dituangkan melalui Perbup Lobar No 47/2014 tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Di samping itu, KPA telah membuat surat edaran kepada pemilik, manager hotel, kafe, karoake, SPA atau panti pijat, pemilik kos, dan tempat hiburan.

a�?Kartu sehat ini guna menghindari penyebaran virus HIV/AIDS,a�? bebernya.

Data dari KPA menyebutkan, hingga 2014 penderita HIV sebanyak 65 orang dan AIDS sebanyak 67 orang. Memasuki Juni 2015 jumlah kasus HIV bertambah menjadi 3 kasus dan meninggal 1 orang. Artinya, dari tahun 2014 hingga Juni 2015 ditemukan kasus HIV sebanyak 68 orang.
Ia menjelaskan, surat edaran diterbitkan agar setiap karyawan dan karyawati yang bekerja di tempat hiburan diwajibkan memiliki kartu kunjungan kesehatan. Namun, sebelumnya mereka harus memiliki ijin tinggal yang dikeluarkan kepala desa setempat.

a�?Yang keluarkan kartu sehat itu Puskesmas. Para pekerja di tempat hiburan akan mengecek kesehatan, pada kartu itu terlihat penyakit yang dideritanya,a�? aku dia.

Dikatakan, secara periodik pihaknya melakukan kunjungan ke tempat-tempat hiburan. Tujuannya, untuk mengecek para pekerja yang mengantongi kartu kunjungan kesehatan.

a�?Kami tekankan pada pemilik tempat hiburan supaya mensyaratakan pekerjanya mengantongi kartu sehat sebelum menerimanya,a�? tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Zahar Mahmud mengaku, kartu sehat merupakan syarat yang harus dimiliki pekerja tempat hiburan. Tidak hanya bagi mereka yang melamar, namun mereka yang sudah lama bekerja tetap diharuskan mengantongi kartu sehat.

a�?Para pekerja kami wajibkan untuk memegang kartu sehat. Kalau tidak ada, kami tidak berani menerimanya,a�? katanya kepada koran ini, kemarin.

Selama ini, aku dia, usaha hiburan yang masuk dalam APH tetap merujuk pada perbup. Khususnya berkaitan dengan perekrutan karyawan dan karyawati.

a�?Kami juga mendukung upaya pemerintah menekan kasus HIV/AIDS di Lobar,a�? tandasnya. (jlo/r12)

Berita Lainnya

Telkomsel Hadirkan Kuota Keluarga

Redaksi Lombok Post

Duta Bahasa NTB Juara Favorit

Redaksi Lombok Post

BUMN Gelar Jalan Sehat dan Pasar Murah di Mataram

Redaksi Lombok Post

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Mantan Kepala Kemenag Bima Ditahan, Tersandung Korupsi Tunjangan Guru di Bima

Redaksi Lombok Post

NTB Gak Mau PNS Kerja di Rumah

Redaksi Lombok Post

Zaini Arony Diklarifikasi Soal LCC

Redaksi LombokPost

Tenda di Mina Penuh Sesak, Ruang Satu Jamaah Hanya 0,8 Meter Persegi

Redaksi LombokPost