Feature

Anak Desa yang Berhasil Sabet Medali Sea Games dan PON

Bicara soal polisi, tentunya publik akan melihat sosok mendiang polisi Hoegeng. Polisi yang punya reputasi harum, sebagai polisi baik, profesional dan punya integritas. Namun tidak sulit menemukan polisi yang memiliki teladan seperti Hoegeng saat ini. Caranya pun beragam, salah satunya dengan menorehkan prestasi. Hal inilah yang pernah dilakukan Brigpol I Komang Wahyu. Polisi yang berprestasi di olahraga pencak silat.

CUACA pagi itu benar-benar bersahabat. Matahari pagi mengurangi dinginnya udara sejak semalam. Di salah satu sudut lapangan di Polda NTB, beberapa orang berseragam lengkap berbaris berjajar teratur. Membentuk formasi seperti upacara. Pagi itu, para anggota Dit Sabhara Dalmas Polda NTB yang sedang melakukan latihan pencak silat.

Senyum terlempar dari jauh ketika Lombok Post datang menghampiri salah seorang anggota polisi yang waktu itu kebetulan memimpin latihan. Dia adalah Brigadir Polisi (Brigpol) I Komang Wahyu. Pria yang akrab disapa Wahyu ini merpakan salah satu polisi berprestasi di lingkup Polda NTB. Semasa menjadi atlet pencak silat, beragam medali telah ia sumbangkan untuk daerah Bumi Gora di berbagai kejuaraan.

Usai memimpin latihan, Lombok Post berkesempatan menemui Bintara Polri kelahiran Karangasem 22 Sepetember 1986 ini. Berpenampilan santai, mengenakan baju kaos kepolisian dia terus menyorotkan pandangan tajam. Lelaki berotot ini juga tidak pelit tersenyum.

Sekali-kali pria dengan segudang prestasi pencak silat hingga tingkat internasional itu menyapa dengan ramah. Tak lupa, dia juga bertegur sapa dengan rekan anggota polisi yang tengah beristirahat usai latihan di samping kami.

a�?Setiap pagi saya selalu memimpin rekan-rekan ini latihan bela diri mas,a�? ungkapnya mengawali perbincangan.

I Komang Wahyu adalah polisi yang memiliki segudang prestasi ketika masih menjadi seorang atlet. Berkat ketekunan berlatih, serta dukungan keluarga dan pimpinan Polri, beragam prestasi cabang olahraga (cabor) pencak silat mulai tingkat daerah, nasional bahkan internasional pernah diraih.
a�?Sekarang lagi vakum dulu mas,a�? katanya.

Dia mengaku, saat ini, sudah tidak lagi aktif menjadi atlet. Lantaran harus fokus dengan tugas utamanya sebagai anggota kesatuan kepolisian. Bahkan ia punya tugas tambahan yakni setiap harinya membina dan mengajar anggota baru Dit Sabhara Polda NTB bela diri. Tugas itu merupakan perintah lansung dari atasannya.

a�?Kalau diberi izin dan kesempatan oleh pimpinan, saya masih siap menjadi atlet,a�? akunya.
Wahyu lantas bercerita awal dirinya terjun dalam olahraga bela diri ini. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah lama itulah yang agaknya berlaku pada Wahyu.

Karena terlahir dari keluaraga yang memang menekuni dunia pencak silat, sejak umur dua tahun ia sudah mulai menggelutinya.

a�?Lingkungan tempat tinggal saya memang mendukung. Bapak dulu adalah seorang atlet pencak silat tapi tidak terlalu berprestasi,a�? tuturnya.

Jalan menuju atlet berprestasi kian terbuka saat dirinya duduk di bangku SMP. Berbagai kejuaraan lokal dia ikuti. Baginya, prestasi bisa diraih berkat kerja keras.

a�?Meraih prestasi itu bukan sesuatu yang mudah. selain perlu kerja keras juga bakat. Selain itu harus mengasah fisik yang artinya harus tekun berlatih tanpa kenal lelah dan waktu. Mental juara juga harus ada,a�? ujarnya.

Dia menuturkan, keinginan kuat melihat bendera indonesia berada di tiang tertinggi di setiap turnamen adalah motivasi utamanya kala itu.

a�?Karena tekad itulah saya tidak mengenal waktu latihannya. Bahkan pas nyabit rumput dulu, saya masih tetap latihan,a�? kenangnya.

Menurutnya, sebagai seorang atlet, tentu memiliki beban yang berat. Namun beban itu bukan berarti menyulitkan. Sebaliknya, justru beban itu menjadi tanggung jawab yang harus dipikul.

a�?Dengan berlatih keras, seorang atlet akan mampu melewati batas kemampuan dirinya. Kita akan mampu bersaing dengan lawan-lawan kita. Dan pada akhirnya, kemenanganlah yang menjadi hak kita,a�? tegasnya.
Tahun 2004 awal mula dia masuk kepolisian. Mendaftar di Polda Bali, ia ditempatkan di daerah NTB. Saat mulai berdinas di Polda NTB tahun 2005 ia telah memutuskan untuk membela NTB sepenuhnya.

a�?Karena saya berprinsip dimana bumi diinjak disitu akan saya junjung. Waktu itu pimpinan juga masih memberikan izin saya menjadi atlet,a�? ujarnya.

Prestasi terbaik Wahyu terjadi pada tahun 2008 dan 2009. Sejumlah prestasi di tingkat daerah, nasional bahkan internasional pernah ia raih. Hingga ahirnya ia dikirim berlaga pada kejuaraan tingkat nasional di PON Kaltim 2008.

Pada even empat tahunan itu, Wahyu yang tidak ingin mengecewakan institusi Polri yang memperbolehkannya berlaga berhasil mempersembahkan medali emas.

a�?Saat itu saya masih bujangan. Jadi berlatih tanpa beban. Tidak heran menjadi yang terbaik kerap saya raih setiap pertandingan,a�? terang pria yang juga dikenal disiplin dalam bertugas ini.

Prestasi kembali dia torehkan pada Sea Games Laos 2009. Latihan rutin dan berat dia santap setiap hari. Perjuangan itu akhirnya tidak sia-sia. Bendara merah putih berkibar di arena Sea Games XXV. Sementara di level Asia, ia pernah meraih juara di Asian Martial Art pada tahun 2009 silam.

Brigpol I Komang Wahyu adalah potret anak desa yang berprestasi. Sebagai anak dari keluarga biasa-biasa saja. Boleh dibilang pas-pasan secara ekonomi, namun ia memiliki semangat tinggi untuk berpresatsi mengharumkan nama daerah dan instansi yang menaunginya sekarang.

a�?Ya, bapak saya hanya buruh tani, dan ibu sebagai ibu rumah tangga. Jadi saya harus belajar dan bekerja keras agar bisa sekolah,a�? ujar.

Hal inilah yang juga ingin ia sampaikan kepada rekan-rekannya yang ingin berprestasi dalam bidang yang mereka sukai.

a�?Tingkatkan disiplin dan selalu bersungguh-sungguh dalam berlatih. Niscaya dengan penuh semangat dan kesungguhan dalam belajar maupun berlatih, akan dapat menjadikan kita sebagai seorang juara,a�? pungkasnya. (zen)

Related posts

Sempat Dikira Kena Sembungkem, Eh Ternyata…

Redaksi Lombok post

Tiga Kapal Perompak Hanya Berani Show of Force

Redaksi Lombok Post

Mereka yang Tetap Tegar Menghadapi Gempa di Sambelia

Leave a Comment