Lombok Post
Metropolis

Dewan Usul Wisma NTB Jadi Hotel

Wisma NTB
Sekretaris Komisi I DPRD NTB H Rumaksi

MATARAM – Kantor Penghubung NTB di Jakarta tak mampu mencapai target pendapatan asli daerah sebesar Rp 1 miliar. Kurangnya minat para pegawai dan pejabat NTB menginap di sana saat melakukan perjalanan dinas ke Jakarta menjadi penyebab utama. Itu sebabnya, DPRD NTB mengusulkan agar wisma NTB di kantor penghubung itu menjadi hotel saja.

a�?Kita tidak punya pilihan lain. Sebaiknya Wisma NTB di Kantor Penghubung Jakarta itu menjadi hotel saja,a�? kata Sekretaris Komisi I DPRD NTB H Rumaksi.

Dia mengatakan, saat ini, para PNS dan pejabat dari NTB yang tengah menggelar kunjungan kerja ke Jakarta lebih memilih menginap di hotel. Bukan di Wisma NTB. Sistem pembiayaan perjalanan dinas dengan mekanisme riil cost juga menjadikan mereka lebih pas menginap di hotel.

Menurut Rumaksi, filosofi kantor penghubung adalah agar PNS dan pejabat dari NTB yang melakukan kunjungan kerja ke Jakarta, dapat menginap di Wisma NTB. Sehingga anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah untuk kunjungan kerja, dapat kembali lagi ke daerah. “Biaya penginapan akan kembali menjadi pendapatan asli daerah,” kata Rumaksi.

Itu sebabnya, dia menyarankan agar Wisma NTB yang terletak di Menteng, Jakarta Pusat itu dirombak dan dijadikan hotel yang lebih layak. Langkah ini juga dilakukan, karena Pemprov DKI telah melarang kawasan Menteng untuk dijadikan kantor. “Lebih baik direnovasi. Dibuat bertingkat untuk dijadikan hotel yang kepemilikannya tetap Pemprov NTB,” ujarnya.

Dengan begitu, lokasi kantor penghubung terpisah dari Wisma NTB. Tidak seperti sekarang di mana Kantor Penghubung NTB yang dipimpin pejabat eselon III masih menyatu dengan wisma.

Rumaksi menambahkan, posisi kantor penghubung yang berada di Menteng, merupakan kawasan strategis di Jakarta. Sehingga sangat cocok jika menjadi hotel maupun wisma. Peruntukannya pun tidak hanya bagi PNS dan anggota dewan saja. Tapi masyarakat umum juga diperbolehkan untuk menginap. “Jelas nanti akan menguntungkan pemprov dalam sisi pendapatan,” tandasnya.

Dijelaskan, nantinya hotel yang dibangun akan dikelola oleh profesional yang berorientasi kepada keuntungan untuk menambah PAD. Sedangkan, kantor penghubung NTB akan dicarikan lokasi pengganti sebagai kantor baru di luar kawasan Menteng. (cr-dit/r12)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost