Lombok Post
Headline Metropolis

Makin Anggun Menggunakan Jilbab

CANTIK: Sepuluh Polwan dari perwakilan satuan di Polda NTB berpose bersama dalam balutan jilbab mereka.

MATARAM – Seperti rasa haus dan dahaga yang terbayar. Begitu yang dirasakan para Polwan di lingkup Kepolisian Daerah (Polda) NTB.

Sejak lama memendam keinginan berhijab. Tapi karene terbentur aturan, keinginan itu dikubur dalam-dalam. Kini, keinginan itu terbayar. Polri membolehkan para Polwan yang ingin menggunakan jilbab.

a�?Sebelum keluar Skep (surat keputusan) dari Polri terkait itu kita memang sudah ada keinginan untuk berjilbab,a�? ujar AKBP Tri Budi Pangastuti, yang juga Kepala Bidang Humas Polda.

Tri Budi mengatakan, dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (Skep) tersebut, perasaan membuncah, bahagia dan rasa syukur terpanjat dari anggota yang memang sedari dulu hendak berjilbab. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor KEP/245/III/2015 yang merupakan perubahan atas Surat Keputusan Nomor SKEP/702/IX/2005 sebelumnya tentang Penggunaan Pakaian Dinas Seragam Polri dan PNS Polri.

Penggunaan jilbab itu sendiri adalah murni dari pilihan pribadi. Tidak ada paksaan atau mengikuti tren semata. Hal itu dirasakan semua anggota Polwan.

AKBP Tri Budi P, AKBP Mariam (Subdit Dit Narkoba), Bripka Eka M (Pam Obvit), Bripka Henny Adriani (Humas), Bripka Bq Ida (Renbang), Bripka Dwi S (Provost) dan Polwan yang lain memiliki kesadaran yang sama. Memilih untuk berjilbab adalah panggilan dari hati nurani.

a�?Dan itu sesuai dengan perintah Alquran kepada wanita muslim,a�? ujar AKBP Mariam yang diamini Polwan lainnya.

Dengan menggunakan jilbab tidak membuat mereka risih. Malah para Polwan itu merasakan nyaman sejak menggunakan jilbab.

a�?Kita juga lebih merasa PD dan anggun. Malah tambah merasa cantik juga,a�? ujar Bripka Henny A.

Sementara itu, Tri Budi menjelaskan, namun ada ketentuan untuk masing-masing satuan. Misalnya untuk Polwan yang bertugas di Reskrim atau Intel, mereka sudah ada pola bajunya untuk yang menggunakan jilbab. Begitupun dengan dengan satuan yang lain, baik itu dari jilbab dan pakaian. Namun, untuk jilbab masih dalam satu aturan, yang membedakan hanya corak warna saja.

Tri Budi mengaku tidak ada terkendala apapun ketika mengenakan jilbab. Pekerjaan jalan terus, keyakinan tetap terjaga.

a�?Ini tidak ada kaitannya dengan gender. Ini memang kodrat kita (mengenakan jilbab),a�? terangnya.

Para suami mereka juga mendukung 100 persen. Selain itu, penggunan jilbab di lingkup Polda NTB sangat pas dengan status NTB yang dikenal sebagai mayoritas muslim. (deq/r7)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost