Headline Metropolis

Balai Jalan Benar-benar Gegabah

MATARAM – Sangat disayangkan. Demi perbaikan jalan di jalur Bandara Internasional Lombok (BIL), ratusan pohon ditebang. Padahal, masih ada solusi lain yang bisa diambil tanpa harus merusak tanaman hijau di pinggir jalan.

a�?Memang sudah ada sejumlah pohon yang terlanjur ditebang,a�? kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTB Achmad Machul, Selasa (7/7) kemarin.

Penebangan pohon ini, katanya, dilakukan Balai Jalan untuk memperlancar proses pengerjaan jalan setempat. Rencananya, perbaikan jalan tersebut dilakukan sepanjang 6 kilometer.

a�?Ada perbaikan berupa pelapisan pada salah satu ruas jalan. Sehingga, ketinggiannya seimbang, di jalur arah utara dan selatan,a�? jelas Machul.

Pelapisan ulang badan jalan tersebut juga untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Badan jalan tersebut memang agak bergelombang. Anggaran untuk perbaikan itu sendiri bersumber dari APBN sebesar Rp 300 miliar.

Sepanjang jalan yang akan diperbaiki, memang ditanami ratusan pohon jenis trembesi. Pohon-pohon itu merupakan sumbangan dari Djarum Foundation tahun 2011.

Penebangan pohon oleh Balai Jalan itu pun langsung memicu reaksi masyarakat, terutama setelah diunggah ke media sosial. Banyak yang menyayangkan penebangan pohon sepanjang jalan yang notabene menjadi paru-paru kota. Apalagi, biaya penanaman pohon itu tidaklah sedikit.

a�?Sepanjang jalan 1,5 kilometer, itu pohonnya memang sudah ditebang. Saya tidak tahu persis jumlahnya berapa,a�? jelas Machul.

Terhadap penebangan tersebut, Balai Jalan diakui memang sempat kebingungan dalam mencari ijin. Mereka sempat ke Pemda Loteng untuk menanyakan solusinya. Pemda sendiri memberikan kewenangan kepada Balai Jalan.

Namun belakangan, Machul pun mengakui, ternyata ada solusi lain yang bisa diambil agar perbaikan jalan bisa tetap berlangsung tanpa merusak pepohonan. a�?Untuk sisanya nanti, pohon tidak akan ditebang lagi. Ada solusi lain yang sudah kita pikirkan,a�? katanya.

Pepohonan yang tumbuh di sepanjang ruas jalan tersebut, nantinya tidak ditebang. Melainkan akan dicabut menggunakan teknologi khusus. Sehingga, pohon tidak akan mati dan bisa ditanam kembali setelah proses pengerjaan jalan selesai dilakukan.

Menurut Machul, pencabutan pohon itu adalah solusi terbaik. Bagaimanapun, pemprov sendiri juga memiliki komitmen untuk mendukung kelestarian alam atau go green. a�?Ini solusi yang baik agar tidak perlu ditebang pohonnya,a�? pungkas Machul.

Terpisah, Kepala Dinas PU Loteng HL Rasyidi mengatakan, penebangan pohon tersebut dilakukan atas seruan pemerintah kepada masyarakat lingkar bypass. Salah satunya di wilayah Labulia-Tandek.

Setiap A�pohon yang ditebang didata. Konsekuensinya pemerintah akan menyiapkan penggati satu pohon yang ditebang dengan 10 bibit, yang ditanam kembali. Penanaman akan dilakukan setelah pelebaran jalan dilaksanakan.

“Kita akan menghitung berapa pohon yang ditebang masyarakat. Selanjutnya, kita koordinasikan dengan provinsi, untuk menyiapkan penggantinya. Nanti, kita komunikasikan juga dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Loteng,” kata Rasyidi.

Selain pohon ada beberapa tiang listrik yang terkena dampak perbaikan jalan. “Untuk urusan bibit pohon, bisa jadi PU nantinya berkoordinasi dengan kami. Tapi, menyangkut penanaman dan perawatan saja. Bukan menyangkut fisik bibitnya. Apakah ada stok di kita, di provinsi atau pusat dan swasta, kita tunggu saja,” sambung Kepala Dinas Hutbun Loteng Pan Rahayu Samsor.

Hal senada dikatakan Kasi Pengamanan Polisi Hutan (Polhut) Dishutbun A�Lalu Kamarudin. Menurutnya, kebijakan penebangan pohon yang dijalankan provinsi, disesuaikan dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014. “Kebijakan lebih lanjut, menjadi urusan PU dan Kantor Lingkungan Hidup (KLH),” tambahnya.(uki/dss/r12)

Related posts

KUR Mikro dan TKI Bakal Dievaluasi

Redaksi Lombok post

Zaman Now, Ngopi di Kedai Kopi!

Redaksi Lombok Post

Perlu Sebulan Rumuskan Langkah

Redaksi Lombok post

Leave a Comment