Lombok Post
Feature

Habiskan Puluhan Juta Bikin Miniatur Islamic Center

BAKAL MEMUKAU: Miniatur masjid Islamic Centre karya warga Lingkungan Oloh yang akan dipamerkan pada Lomba Takbiran malam lebaran nanti.

Lomba takbiran ketika malam lebaran menjadi warna tersendiri di Kota Mataram. Seluruh lingkungan beramai-ramai mempersiapkan diri mengikuti lomba takbiran. Salah satu caranya, dengan membuat iring-iringan miniatur masjid.

KELURAHANA�Monjok Barat memang pantas diacungi jempol. Setelah beberapa waktu lalu terpilih sebagai kelurahan terbersih di Kota Mataram bahkan Provinsi, kreativitas warga mereka juga seolah tanpa batas. Untuk mengikuti lomba takbiran malam lebaran mendatang, sebuah karya luar biasa berhasil diciptakan warga lingkungan Oloh. Salah satu lingkungan yang ada di kelurahan Monjok Barat.

Ikon NTB yakni masjid Islamic Center yang ada di Dasan Agung mereka sulap menjadi bentuk miniatur. Bukan hanya itu, dengan tambahan dekorasi dan kreasi, miniatur masjid Islamic Center ini siap menarik perhatian semua warga Mataram.

“Ini adalah hasil kreasi remaja kami di sini. Miniatur Islamic Center ini dipilih untuk mewakili dan menunjukkan kemegahan masjid-masjid yang ada di Mataram,” jelas Badri salah seorang warga Lingkungan Oloh.

Dikatakannya, miniatur yang memiliki luas sekitar 3×4 meter dengan tinggi dua meter lebih ini disiapkan dengan target menjadi juara dalam lomba takbiran nanti. “Alhamdulillah setiap tahun kami di sini dapat juara. Kadang juara pertama, kedua atau ketiga,” terangnya.

Kreasi luar biasa warga lingkungan Oloh tidak terlepas dari latar belakang profesi sebagian besar warganya. Rata-rata, baik remaja maupun mereka yang telah berkeluarga, bekerja sebagai tukang bangunan. Sehingga, membuat kreasi miniatur masjid atau bangunan menjadi kelebihan warga.

Ditambah, dukungan dari kelurahan, kepala lingkungan maupun dari warga Oloh membuat remaja dan warga yang mengerjakan miniatur Islamic Centre ini bisa leluasa dan maksimal. “Kami di sini secara sukarela menyumbang untuk pembuatan miniatur Islamic Center ini. Karena kami juga nantinya semuanya bakal turut ikut meramiakan lomba takbiran pada malam lebaran,” ungkap Abdul Hamid, warga Oloh lainnya.

Total biaya yang dihabiskan untuk pembuatan miniatur ini sekitar Rp 10 juta lebih. Pasalnya, selain bangunan yang terbuat dari kayu, miniatur tersebut juga dirangkai dengan besi yang dilas permanen bersama roda dan dipasangi aliran listrik untuk menyalakan beberapa lampu di dalam miniatur masjid.

“Miniatur ini nantinya tidak perlu diangkut menggunakan mobil. Tinggal didorong aja mas, makanya biayanya mahal,” terang Badri.

Kreativitas remaja dan warga di Lingkungan Oloh juga dikatakan Badri tidak terlepas dari peran Ketua Remaja yakni Heriono yang selalu aktif. Selepas salat tarawih, remaja dan warga Lingkungan Oloh dihimabu untuk beramai-ramai mendatangi tempat pembuatan miniatur yang diperkirakan rampung dalam tiga hari ke depan tersebut. Mereka dengan kompak bekerjasama menyelesaikan miniatur tersebut dengan cermat.

“Kalau remaja kami sudah mulai kerja itu, selesai tarawih sampai waktu sahur tiba mereka masih ngerjainnya,” terang Abdul Hamid.

Dengan kehadiran miniatur Islamic Center di lomba takbiran malam lebaran nanti, warga berharap semakin membuat semarak hari kemenangan. “Tentunya kami juga berharap bisa menjadi yang terbaik,” tandas warga. (Bersambung/r8)

Berita Lainnya

Bilik Bercinta di Tempat Pengungsian yang Tinggal Cerita

Redaksi Lombok Post

Pengalaman Dramatis Pendaki Terjebak Gempa di Gunung Rinjani (1)

Redaksi Lombok Post

Mereka yang Tetap Tegar Menghadapi Gempa di Sambelia

Nasihat Mendiang Ayah Menjadi Pegangan Hidup Zohri

Mengunjungi Lalu Muhammad Zohri, Sang Juara Dunia

Lalu Muhammad Zohri, Sprinter Muda NTB yang Sabet Juara Dunia

Melihat Festival Layang-Layang Raksasa di Pantai Loang Baloq

Kisah Penambang yang Lolos dari Lubang Maut Sekotong (1)

Festival Seribu Bedug di Pulau Seribu Masjid

Redaksi Lombok Post