Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Kekeringan, Tanaman Petani Terancam Puso

Gagal Panen
MIRIS: H Mas'ud seorang petani di Desa Mendagi, Kecamatan Gerung terpaksa membabat tanaman padi miliknya, untuk dijadikan pakan ternak. Lahan tanamannya seluas dua hektare tak bisa berujung panen akibat kekeringan.

BIMA – Ratusan hektar areal pertanian di Kabupaten Bima terancam puso. Terutama pada empat kecamatan yakni Palibelo, Woha, Monta, dan Belo.

Berdasarkan data dari dinas pertanian setempat, ratusan areal pertanian itu puso dengan tingkat kekeringan yang berbeda. Seperti di Kecamatan Woha, sekitar 54 hektar pertanian setempat terancam kekeringan ringan. Sementara 70 hektar kekeringan sedang dan 31 hektar dinyatakan parah.

Untuk Kecamatan Palibelo, sekitar 130 hektar terancam kekeringan ringan, 100 hektar masih sedang dan 155 hektar sangat terparah. Sedangkan untuk Kecamatan Belo, ancaman kekeringan ringan sekitar 20 hektar dan kekeringan sedang hanya 10 hektar. Demikian pula Kecamatan Monta, terdapat 7 hektar kekeringan ringan dan 3 hektar kekeringan sedang.

“Puso ini dampak dari musim kemarau. Dua kecamatan sangat parah dan dua kecamatan tidak terlalu,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bima, Ir Muhammad Tayeb, kemarin.

Dikatakan, kondisi tersebut murni disebabkan karena faktor alam. Tanaman puso biasa terjadi setiap memasuki musim kemarau. Menurut dia, kondisi tersebut berdampak buruk bagi pertanian masyarakat. Bahkan dapat menyebabkan gagal panen.

Meminimalisir persoalan tersebut, dinas setempat sudah menyalurkan bantuan. Berupa mesin pompa air sebanyak 35 unit dengan kekuatan 9 PK. “Bantuan ini berasal dari Kementerian Pertanian RI,” ujarnya.

Dia mengaku, mesin pompa air telah disalurkan ke para petani. Untuk mengairi areal persawahan dengan sumur maupun mengangkat air dari sungai. “Ini upaya pemerintah membantu para petani mendapatkan hasil pertanian yang maksimal,a�? jelasnya.

Selain itu, dalam waktu dekat pihaknya juga akan membagikan 35 unit mesin pompa air dengan kekuatan 5 PK. “Upaya ini dilakukan agar kita tetap mempertahankan target 20 persen swasembada pangan. Sesuai komitmen dengan pemerintah pusat,” pungkasnya. (mch/r9)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost