Lombok Post
Giri Menang

Kembang Api Bisa Picu Kebakaran

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lobar, Sutiadi

GIRI MENANG – Detik-detik lebaran, pesta kembang api tak terelakan. Terutama malam puncak takbiran. Namun, warga diminta untuk waspada. Sebab, salah urus, kembang api bisa jadi pemicu kebakaran.

Itu sebabnya, remaja maupun anak-anak diingatkan untuk berhati-hati saat berlomba-lomba menyalakan kembang api dan petasan. Situasi ini sangat membahayakan. Sebab, permainan yang dilarang ini beresiko menimbulkan kebakaran.

a�?Dalam catatan kami, kembang api salah satu pemicu kebakaran. Jadi harus diwaspadai,a�? kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lobar, Sutiadi, kemarin.

Ia mengungkapkan, dua hari lalu kembang api nyaris membakar pemukiman warga di Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar. Sekelompok anak-anak bermain kembang api di sebuah kebun. a�?Mereka melemparkan kearah pohon kelapa,a�? aku dia.

Kebetulan, lemparan kembang api itu mengenai daun pohon kelapa yang kering. Akibatnya, kebakaran tidak bisa terelakan. Api mengamuk dan terus memanggang pohon kelapa yang berdekatan dengan pemukiman warga.

Kobaran api yang terus menjalar itu membuat warga kelabakan. Mereka berusaha memadamkan menggunakan ember. Namun, api belum berhasil dijinakan. Sementara, laju kobaran terus merembes dan hampir menjilat rumah warga. a�?Untung kami cepat datang. Begitu ada laporan, kami meluncur,a�? jelasnya.

Setiba di lokasi, petugas langsung memainkan semprotan kearah kebakaran. Dalam waktu sekitar 30 menit, petugas berhasil menjinakan si jago merah yang. a�?Terlambat sedikit saja, rumah warga habis terbakar. Karena, jarak api dengan rumah warga hanya satu meter saja,a�? ujar dia.

Insiden ini boleh dibilang terulang lagi. Sebab, awal Juli lalu, rumah warga terbakar akibat nyala kembang api. Rumah Saiful warga Kerandangan, juga kebakaran gara-gara mainan kembang api anaknya. a�?Anak korban main kembang api di dalam kamar, tidak disadari percikannya mengenai kasur,a�? bebernya.

Untuk itu, Sutiadi mengimbau kepada para orang tua untuk tetap mengawasi anaknya. Bila perlu melarang mereka bermain kembang api atau petasan. Karena, risiko yang ditimbulkan sangat besar. a�?Risikonya bisa kebakaran. Kalau petasan bisa menimbulkan kecelakaan bagi mereka sendiri,a�? tandas dia. (jlo/r12)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost