Lombok Post
Headline Politika

Tak Lelah Mencari Tahu Keinginan Rakyat

I Gede Wiska salah satu dari sejumlah legislator muda di DPRD Mataram

I Gede Wiska salah satu dari sejumlah legislator muda di DPRD Mataram. Karir politiknya moncer. Meski baru menjabat sebagai anggota DPRD Mataram, dia sudah menguasai kursi Ketua Komisi III. Dia juga dipercaya sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan. Modal utama Wiska adalah tiada lelah mencari keinginan rakyat.

***

USIA yang relatif muda tidak mengendurkan semangatnya untuk menunjukkan kapasitas dan kapabilitas individu sebagai seorang politikus.

Menang di pemilu legisaltif dengan meraih 1.489 suara tidak lantas membuatnya jemawa. Mantan Ketua Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) ini terus belajar memperkaya wawasannya tentang politik. Menurut dia, politik itu ibarat dua mata pisau ada yang tumpul ada juga yang tajam.

Sebagai politikus muda, ayah dua anak ini cenderung mempraktekkan pola politik santun. Artinya mengatakan yang sebenarnya dari kenyataan sehari-hari yang terjadi. Membangun komunikasi dengan rakyat tidak hanya sebatas saat reses.

a�?Untuk menata sesuatu itu kan harus kita pikirkan bagaimana yang kita mau. Tapi untuk menata kehidupan sosial harus kita cari tahu bagaimana keinginan rakyat,a�? papar dia.

Putra pasangan (Alm) I Komang Tjardha dan Ni Ketut Ayu Arini ini berkomitmen memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Memberi berarti berbuat sepenuh hati tanpa embel-embel pragmatisme. Sikap ideal politikus muda menurut Wiska seyogyanya harus memegang idealisme. Tapi dia tidak menutupi bahwa masih ada yang cenderung pragmatis.

Beragam kritik, saran, dan harapan rakyat selalu dia hadapi selama menjabat anggota DPRD Mataram. Memenangkan pertarungan memang bukan sesuatu yang gampang. Tapi bagi suami dari Komang Tri Yani ini malah mempertahankan kemenangan itu yang justru sebenar-benarnya berjuang.

Terkait dengan itu, Wiska yang menyelesaikan studynya di Fakultas Peternakan Universitas Mataram mengajak generasi muda untuk mau mendalami politik. Sikap alergi terhadap politik menurut dia justru akan menjauhkan pemuda dari perubahan.

Agent perubahan dan agent kontrol sosial yang cenderung melekat pada generasi muda harus diwujudkan. a�?Ya tidak hanya di bidang politik saja, pemuda memang harus membuka wawasannya terhadap perkembangan yang terjadi. Lebih bagus kalau bisa ikut mewarnai dengan melakukan banyak hal,a�? tegas Wiska.

Dia menilai, banyak persoalan sosial kemasyarakatan yang perlu segera dituntaskan. Masing-masing memang harus memainkan perannya. Tapi bagi legislator muda, bersikap kritis dan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat menjadi fokusnya.

Wajah Kota Mataram yang terdiri atas enam kecamatan harus segera dipoles sehingga masyarakatnya benar-benar sejahtera. Pembangunan di bidang infrastruktur di Kota Mataram terus digenjot maksimal. Perbaikan taman-taman kota, jalan lingkungan, hingga pembangunan pusat perbelanjaan modern menghiasi Kota Mataram.

Kehadiran legislator muda di DPRD Kota Mataram kada dia memang diharapkan memberikan konstribusi signifikan terhadap arah pembangunan Mataram ke depannya. Semangat generasi muda yang menduduki kursi DPRD Mataram setidaknya berada di atas para seniornya.

Wiska mengatakan energi legislator muda di Mataram untuk memperjuangkan kepentingan rakyat harus dimanfaatkan. Meskipun rata-rata merupakan pendatang baru di DPRD Mataram, keberadaaN mereka sudah mewarnai kancah perpolitikan.

a�?Semangat dan idealisme generasi muda di DPRD sangat luar biasa. Memang awalnya belum menemukan pola yang pas, tapi saya yakin lambat laun akan lebih dahsyat,a�? kata pria kelahiran Mataram 36 tahun ini.

Politikus muda yang pernah menjabat Wakil Sekretaris KNPI Kota Mataram ini menilai perilaku negatif oknum legislator memang berdampak pada tingkat kepercayaan publik. Tapi, disatu sisi perilaku positif legislator dan upayanya memperjuangkan aspirasi masyarakat harus dilihat juga.

Peran media masa dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat juga harus maksimal. Dengan begitu, masyarakat benar-benar dapat menilai secara objektif bagaimana sepak terjang wakilnya di DPRD.

a�?Lagi-lagi memang pendidikan politik untuk rakyat itu perlu dimaksimalkan. Media tentu harus berkonstribusi untuk pendidikan politik masyarakat itu,a�? papar dia. (tan/r12)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost