Lombok Post
Headline Sportivo

Sahur Keliling dan Peduli Anak Yatim

anak yatim
Salah satu member WLC memberikan makanan sahur ke salah seorang pekerja malam.

MATARAM – Untuk menghilangkan kesan bahwa komunitas sepeda bukan hanya sekadar wadah penyalur hobi. Komunitas Women Lombok Cycling (WLC) menggelar sahur on the road, beberapa waktu lalu. Agenda itu dijadikan sebagai ajang silaturahmi komunitas, sekaligus bentuk kepedulian.

Para penggiat komunitas sepeda WLC sengaja berkumpul malam itu dengan membawa bingkisan berupa makanan dan minuman. Orang-orang yang dijumpai seperti tukang bersih-bersih jalan, sopir taksi, pedagang hingga orang yang tidur di emperan toko diberi makanan.

a�?Jangan melihat dari bingkisannya, nilai dari bentuk kebersamaan,a�? ungkap Bq Yuni Damayanti salah satu member WLC, belum lama ini.

Dijelaskan, rombongan WLC harus melawan kantuk. Semangat tinggi yang akhirnya mengalahkan kantuk itu. Berkah Ramadan membuat banyak orang selalu ingin berbagi. Belum lagi suasana akrab yang muncul saat pembagian makanan sahur.

Menurut anggota WLC para pekerja malam itu bekerja sampai pagi demi memnuhi kebutuhan keluarga.

a�?Mereka seperti ini karena keluarga. Ini inisiatif kami bisa membantu meringankan sedikit beban mereka. Setidaknya untuk sahur malam ini,a�? ucap Yanti.

Selain melalui sahur on the road, bentuk kepedulian WLC kerap memberi santunan, termasuk memberikan sembako.

a�?Ini merupakan kepedulian komunitas sepeda kami terhadap lingkungan. Bersepeda tidak hanya menunjukan kepentingan pribadi, tetapi peduli kepada kepentingan sekitar, seperti santunan ini pada yang kurang mampu,a�? kata Siti Malikah anggota WLC lainnya.

Kepada masyarakat penerima, mereka juga terus memaparkan pentingnya menjaga kesehatan salah satunya dengan bersepeda. Gowes yang diisi dengan bakti sosial ini merupakan wujud kepedulian komunitas ini untuk terus mengkampanyekan pola hidup sehat.

a�?Saya ingin semua komunitas sepeda terus mengkampanyekan hidup sehat kepada masyarakat,a�? terangnya.

a�?Ini rutin kita lakukan dan akan terus kedepannya mengingat respon masyarakat terhadap kegiatan ini cukup positif,a�? sambung Malikah.

Belum lama ini pun para penggiat komunitas WLC juga menggelar bakti sosial (baksos) kepada anak yatim dan orang tua jompo di Panti Asuhan Nurul Iman Pejeruk Ampenan dan Tembelok. Seperti yang diungkapkan pengurus panti asuhan di Tembelok Muchlas, santunan untuk anak yatim di lingkungannya cukup membantu kebutuhan mereka, terutama anak usia sekolah.

a�?Ini membantu mereka yang kurang mampu. Pastinya kami akan manfaatkan bantuan ini sebagai mestinya,a�? ucapnya.(zen/r13)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost