Lombok Post
Headline Sumbawa

12 Pelaku Kerusuhan Ditangguhkan

ditangguhkan
Ketua tim advokasi dan rekonsiliasi bentukan Pemda KSB, ustad Amir Ma'ruf Husen

TALIWANG – 12 warga Sumbawa Barat yang sempat ditahan di Mapolda NTB selama sebulan terakhir bisa bernafas lega.

Ke 12 tersangka dalam kasus Mei membara itu mendapat penangguhan penahanan dari Kepolisian. Ketua tim advokasi dan rekonsiliasi bentukan Pemda KSB, ustad Amir Ma’ruf Husen dihubungi kemarin mengatakan, ke 12 warga KSB yang sempat ditahan selama sebulan terakhir di Mapolda NTB mendapat penangguhan penahanan dari kepolisian. Penangguhan penahanan ini dilakukan karena sejumlah pertimbangan, salah satunya karena adanya permintaan dari tim advokasi dan pihak keluarga agar ke 12 orang ini bisa ditangguhkan dan dipulangkan ke KSB. “Alhamdulillah, 12 warga kita yang ditahan di Mapolda NTB, penahanannya bisa ditangguhkan. Mereka saat ini sudah berada di KSB. Kita memang mengupayakan agar mereka bisa berkumpul dengan keluarga untuk merayakan lebaran tahun ini,” katanya.

Ustad Ma’ruf demikian disapa menjelaskan, permintaan penangguhan penahanan ini merupakan salah satu langkah maju yang dilakukan tim bentukan pemda KSB tersebut. Dikatakannya, perwakilan tim advokasi didampingi keluarga tersangka mendatangi langsung Polda NTB. “Tim bersama perwakilan keluarga sudah menandatangani berita acara penangguhan sementara dan mereka langsung diantar menggunakan bis dari Polda NTB,” paparnya.

Meski mendapat penangguhan penahanan, ke 12 warga ini diharapkan untuk tetap kooperatif. “Pak Kapolda hanya berpesan kalau ada proses selanjutnya mereka diharapkan bisa kooperatif dan tidak menyulitkan penyidik,” sebutnya.

Penangguhan penahanan sementara yang diberikan Polda NTB diapresiasi khusus Pemda KSB. “Ucapan terimakasih masyarakat KSB kepada Kapolda NTB, yang sudah memberikan keringanan ini,” tambahnya.

Apresiasi penangguhan penahanan 12 warga KSB ini juga datang dari DPRD KSB. Fud Syaifuddin ST, Wakil Ketua DPRD kemarin juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada kapolda NTB yang sudah memberikan keringanan kepada 12 warga tersebut untuk bisa merayakan idul fitri bersama keluarga di KSB. “Pak Bupati juga secara khusus menyampaikan terimakasih kepada Kapolda NTB,” katanya.

Politisi PBB ini memang cukup intens mengikuti perkembangan pemeriksaan 12 warga KSB yang ditahan di Mapolda NTB. Pad kesempatan itu, Fud juga memberikan apresiasi tersendiri atas kinerja tim advokasi. “Kinerja tim advokasi ini sudah menunjukkan hasil. Kita apresiasi,” paparnya.

Ditambahkannya, dalam kasus ini diharapkan bisa menjadi pelajaran kedepan. “Ini pelajaran bagi semua. Sehingga tidak perlu lagi ada kejadian seperti ini dimasa mendatang,” tambahnya.

Seperti diketahui warga KSB ini diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka dalam insiden Mei lalu. Insiden ini menjadi yang pertama semenjak KSB terbentuk. Bahkan dalam peristiwa ini satu warga meninggal dunia.(far/r9)

Berita Lainnya

Jalur Aik Berik tak Dibebani Target PAD

Redaksi LombokPost

Sehari, Kota Mataram Produksi 400 Ton Sampah

Redaksi LombokPost

Rusunawa Nelayan Terkendala Lahan

Redaksi LombokPost

Panel Limit, Risha Krodit

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post