Kriminal

Mahasiswa Kecam Premanisme Satpam

MATARAM – Sejumlah aksi kekerasan yang diduga dilakukan oknum satpam di Universitas Mataram (Unram) menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Khususnya mahasiswa Unram sendiri yang mengaku sering menerima tindakan kekerasan dan intimidasi.

Sebelumnya salah seorang wartawan LKBN Antara Dimas Pratama juga sempat dianiaya oknum satpam Unram hingga mengalami luka sobek pada bibir atasnya.

Tindakan kekerasan terhadap wartawan ini belakangan menjadi pemicu aksi mahasiswa. Apalagi sebelumnya mahasiswa merasa kerap menjadi korban kekerasan oknum satpam setempat.

a�?Ini bukan yang pertama, kami sudah sering mengalami kekerasan dan intimidasi,a�? kata Korlap aksi, Jumaidi.

Jumaidi menyebutkan, beberapa kali ia dan temannya menerima tindakan kekerasan oleh oknum satpam kampus. Ia mengungkapkan, beberapa waktu lalu, sejumlah satpam masuk ke dalam gedung PKM.

Dengan alasan sterilisasi, sejumlah satpam menyerbu gedung PKM dengan membawa senter dan pentungan. Sejumlah oknum satpam diduga menendang pintu sekretariat Media Unram hingga rusak.

Beberapa mahasiswa bahkan disuruh push up.

a�?Setelah pintu Media dirusak, laptop anggota dibawa,a�? sebutnya.

Tidak hanya itu, tindakan serupa sering juga terjadi pada setiap pemeriksaan Kartu Tanda Mahasiswa. Sejumlah oknum satpam seringkali berkata kotor pada mahasiswa. Selain itu, oknum satpam kerap kali menggoda sejumlah mahasiswi.

a�?Hampir setiap hari kita dengar temen ngeluh, dikatai kotor sama satpam, atau digodain,a�? ucapnya.

Atas dasar hal tersebut dan rentetan kasus lainnya, ia dan puluhan mahasiswa lainnya menggelar aksi di kampus Unram. Mereka menuntut Rektor Sunarpi mengevaluasi proses perekrutan petugas keamanan. Sebab tindakan kekerasan oleh satpam justru akan merusak citra dan kampus itu sendiri.

Kepala Bagian Tata Usaha Unram Swastahadi, yang berusaha ditemui belum bisa dikonfirmasi. Sebelumnya, saat ditemui wartawan terkait kasus pemukulan Dhimas, Swastahadi berjanji akan melakukan pembinaan dan proses seleksi yang ketat terhadap pengamanan internal kampus.

Hal yang serupa juga disampaikan Komandan Pleton (Danton) Satpam Unram, Putrawan. Saat dikonfirmasi mengenai pemukulan terhadap Dhimas, pria berambut gondrong tersebut meminta maaf atas tindakkan yang dilakukan anggotanya tersebut. (cr-van/r4)

Related posts

Gunakan Visa Kunjungan Manfaatkan Warga Lokal

Redaksi Lombok post

Hotel Esek-Esek Harus Disanksi

Iklan Lombok Post

Turis Tiongkok Jualan Mutiara di NTB

Redaksi Lombok post

Leave a Comment