Lombok Post
Headline Metropolis

Penerbangan Denpasar-Lombok Lumpuh

RESAH: Calon penumpang pesawat di BIL resah menunggu kepastian keberangkatan akibat ditutupnya Bandara Ngurah Rai Bali

PRAYA – Lagi, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Lombok (BIL) lumpuh total. Namun, itu berlaku untuk penerbangan dari dan tujuan Denpasar.

Otoritas bandara pun tidak mau ambil resiko. Mereka mengeluarkan kebijakan tidak memberikan izin terbang kepada tiga maskapai penerbangan terhitung pukul 10.30 Wita-16.00 Wita, Minggu kemarin. Hal itu terjadi karena erupsi gunung Raung.

Dari hasil koordinasi otoritas bandara Ngurah Rai Denpasar Bali, dan Kementerian Perhubungan serta BMKG, abu vulkanik mengarah ke wilayah selatan dan sekitarnya. Sehingga, berbahaya bagi keselamatan penerbangan.

a�?Untungnya, tidak separah pada Jumat, kemarin. Kami terus berkoordinasi, dengan harapan mengedepankan keselamatan penerbangan,a�? kata Generan Menager (GM) AP BIL Pujiono Rasmadi, kemarin.

Permasalahan yang sama juga terjadi pada Sabtu, lalu. Dimana, pelayanan penerbangan dari dan menuju Denpasar-BIL serta BIL-Denpasar mulai dibuka pukul 12.00 Wita. Tapi, paginya kembali lumpuh total.

a�?Artinya, kita sudah dua kali mengeluarkan kebijakan tak memberikan izin penerbangan khusus ke Denpasar. Begitu sebaliknya. Sementara, penerbangan lain normal dan aman,a�? ujarnya.

Ketiga maskapai penerbangan yang di maksud yaitu, Wings Air IW1853 tujuan BIL-Denpasar. Salah satu maskapai ini, sempat take off atau lepas landas menuju Denpasar pukul 10.45 Wita. Namun, tiba-tiba, ada perubahan cuaca ekstrim di wilayah selatan.

Akibatnya, penumpang sebanyak 69 orang diturunkan kembali dari pesawat, sembari menunggu kondisi cuaca. a�?Untungnya lagi, posisi pesawat masih dalam radius Pulau Lombok, belum memasuki wilayah Bali. Sehingga, kami meminta untuk memutar haluan dan kembali ke BIL,a�? ujarnya.

Selanjutnya, kata Pujiono, Wings Air IW1850 dari Denpasar-BIL pukul 11.40 Wita. Maskapai penerbangan yang satu ini juga sudah take off dari bandara Ngurah Rai, namun otoritas bandara di BIL tidak memberikan izin landing atau mendarat. Sehingga nasibnya sama dengan IW1853.

Terakhir, lanjut Pujiono Garuda GA4043 dari Bima menuju BIL dan BIL-Denpasar pukul 09.00 Wita. a�?Mereka bisa mendarat di BIL. Namun, saat mereka meminta take off menuju Denpasar, kami tidak memberikan izin. Lagi-lagi, kami tidak mau ambil resiko. Ini semua kami lakukan demi keselamatan penerbangan,a�? katanya.

Pantauan Lombok Post, suasana penumpang cukup lengang, tidak seperti Jumat, lalu yang menumpuk. Mereka terlayani dengan cepat. Khususnya, penerbangan dari dan menuju Jakarta, Surabaya, Jogjakarta maupun Kuala Lumpur.

Otoritas bandara pun memastikan akan mengeluarkan kebijakan yang sama seperti penerbangan dari dan tujuan Denpasar, jika abu vulkanik gunung Raung membahayakan. Begitu pula sebaliknya.

Sehingga, tambah Pujiono, untuk sementara otoritas bandara mengeluarkan jadwal penerbangan bersifat kondisional. Sewaktu-waktu bisa berubah. a�?Kami mendapat informasi dari Dinas Perhubungan NTB, kapal pelayaran jalur Lembar-Padang Bai diperbanyak. Ini merupakan solusi tepat, dari pada warga kita tidak mudik dan berbahaya lagi kalau mengunakan pesawat,a�? ujarnya.

Dia pun berharap kerjasama semua pihak, dalam rangka menyebarluaskan informasi perkembangan penerbangan BIL. Sehingga, bisa mengambil alternatif angkutan lain. a�?Terhitung, pukul 16.00 Wita sore tadi (Minggu, kemarin) penerbangan BIL-Denpasar dan Denpasar-BIL normal dan aman. Penumpang langsung terlayani. Tapi, kita tidak tahu hari berikutnya. Semoga, aman dan lancar saja,a�? sambung general affair and communication AP BIL Gede Eka Sandi Asmadi.

Sementara Manajer Operasi dan Teknis PT Angkasa Pura I BIL Bambang menjelaskan, terganggunya penerbangan dari dan menuju Denpasar ini disebabkan ditutupnya Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali dari pukul 10.30 sampai 16.00 Wita. Itu semua akibat letusan Gunung Raung, Jawa Timur.

“Dampaknya banyak penerbangan yang dibatalkan. Sementara yang ke Surabaya, Jakarta dan lainnya normal. Tidak ada masalah,” jelasnya.

Setelah penerbangan kembali dibuka sekitar Pukul 16.00 Wita, sekitar seribu lebih penumpang diterbangkan. Bambang mengatakan, dengan situasi penerbangan yang masih sering terganggu, otoritas bandara terus melakukan pemantauan, baik dari segi keamanan dan ketertiban.

“Baik dari otoritas penerbangan dan maskapai penerbangan tetap melakukan pemantauan keamanan dan ketertiban,” terangnya.

Bambang menambahkan, kerugian yang dialami akibat penutupan BIL pada tanggal 10 Juli lalu mencapai Rp 200 juta lebih. Mulai dari pengembalian tiket dan operasional bandara. Sementara arus mudik jelas terganggu dengan delay dan pembatalan penerbangan.

“Arus mudik ada peningkatan, tapi tidak terlalu berarti. Masih bisa kita tangani,” tandasnya.

Dewi Handayani, salah seorang penumpang berharap situasi penerbangan kembali normal. Sebab situasi ini membuat mereka tidak tenang. Wanita yang berlibur ke Lombok ini mengaku terkena dampak penutupan bandara dua hari lalu. “Sekarang sudah ceck in nunggu sekitar 20 menit,” tuturnya.

Secara keseluruhan, dari sore hingga tadi malam, aktivitas penerbangan di BIL kembali normal. Otoritas bandara pun memprediksikan puncak arus penerbangan terjadi pada H-2 atau H-1 lebaran.
a�?Sejauh ini, situasi penerbangan kita di bandara masih landai-landai saja,a�? tambah GM PT Angkasa Pura I BIL Pujiono.

Dikatakannya, sampai saat ini tidak ada tumpukan penumpang, yang membuat otoritas bandara secara langsung mengeluarkan kebijakan penambahan penerbangan langsung. Sebaliknya, jika situasi ramai, maka mau tidak mau kebijakan itu akan dikeluarkan, demi kelancaran penerbangan.

Untuk mengetahui lebih lanjut pelayanan penerbangan jelang lebaran tahun ini, ungkap Pujiono, managemen AP I pusat bersama Kementerian Perhubungan pun menurut rencana akan melaksanakan peninjauan langsung di bandara yang berlokasi di Tanak Awu, Kecamatan Pujut tersebut.

a�?Prinsipnya, kami mengedepankan pelayanan prima. Tidak saja menyangkut urusan penerbangan. Namun, penumpang. Dimana, kami mendirikan pos lebaran guna memberikan layanan informasi, medis dan keamanan pada penumpang,a�? ujarnya.

Diakuinya, dari pengalaman lebaran tahun sebelumnya. Gerakan penumpang justru lebih banyak kedatangan dari pada keberangkatan. Namun, bukan kedatangan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Tapi, wisatawan nusantara dan asing. Hal itu tercatat dalam data arus penumpang dan penerbangan domestik dan internasional setiap harinya.

a�?Itu menunjukkan, bahwa kita memiliki daya pikat obyek wisata yang luar biasa, sehingga daerah kita dijadikan tempat berlibur,a�? kata pensiunan tentara tersebut.

Hanya saja, tambah Pujiono kendala terbesarnya yaitu menyangkut urusan keamanan dan kebersihan. Dua permasalahan itu agar secepatnya dicarikan jalan keluarnya, baik aparat maupun pemerintah.

a�?Liburan panjang setiap lebaran, memang pilihannya antara Pulau Lombok atau Bali,a�? sambung general affair and communication AP BIL Gede Eka Sandi Asmadi.

Atas dasar itulah, ungkap Sandi otoritas bandara jauh-jauh hari menerima tawaran penambahan penerbangan langsung. Hanya saja, belum direalisasikan Kemenhub dan AP I pusat, lantaran situasi penerbangan jelang lebaran ini masih normal. Begitu pula sebaliknya, jika kekurangan, maka otoritas bendara yang akan mengajukan kebijakan penambahan.

a�?Pelayanan penerbangan langsung domestik tidak ada perubahan. Masih posisi 33 kali per hari dan internasional empat kali per hari,a�? tambah Sandi. (dss/ili/r8)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost