Lombok Post
Metropolis

Alhamdulillah, Pedagang Beras Jujur!

CEK TIMBANGAN: Petugas Diskoperindag Kota Mataram mengecek berat beras milik Erni, salah seorang pengusaha yang ada di BTN Sweta.

MATARAM – Sebagai bentuk pengawasan dan perlindungan terhadap konsumen, Dinas Koperasi Industri dan Perdaganagn Kota Mataram (Diskoperindag) Kota Mataram menggelar inspeksi mendadak (sidak). Pihak Dikoperindag memantau sejumlah penjual beras yang ada di pasar tradisional, pasar swalayan atau minimarket hingga ke pedagang rumahan.

a�?Kami turun memantau. Tujuannya ingin mengetahui apakah takaran yang terdapat dibungkus beras, sesuai dengan berat sebenarnya,a�? terang Taufiqurahman, Kabid Metrologi dan Perlindungan Konsumen Diskoperindag Mataram.

Petugas dari Diskoperindag terlebih dahulu menyisir pasar Dasan Agung. Di sana para petugas memeriksa berat beras yang hendak di pasarkan dengan timbangan elektronik yang dibawa sendiri. Beberapa bungkus beras ada yang sesuai ada pula yang tidak.

Namun, kekurangan timbangan masih bisa ditolerir petugas karena saat menimbang, para pedagang masih menggunakan timbangan tradisional. a�?Batas kesalahan atau eror yang bisa kami tolerir yakni 1,5 persen. Jika lebih dari itu, kami akan meminta pedagang untuk menarik kembali barang yang hendak dipasarkan untuk kemudian disesuaikan beratnya,a�? jelas Taufiq.

Selain menyisir pasar, para petugas juga menyisir pasar modern seperti Alfamart, Indomearet maupun yang lainnya. Hasilnya pun sama, tingkat kesalahan atau kekurangan timbangan masih bisa ditolerir.

Sedangkan untuk penjual beras di rumah-rumah, petugas menyisir salah satu pedagang di BTN Sweta. Di sana petugas melihat langsung bagaimana proses penimbangan beras milik Erni.

a�?Timbangannya pas karena menggunakan timbangan elektrik. Yang biasa kurang itu kalau masih pakai dacin atau timbangan tradisional lainnya,a�? jelas salah seorang petugas.

Erni sendiri selaku pengusaha berusaha untuk menjaga kepercayaan konsumen dan pelanggan. Pasalnya, beras dalam bungkusan lima kilogram miliknya disalurkan ke swalayan maupun pasar yang ada di Kota Mataram.

Sehingga, jika tidak timbangannya tidak sesuai maka akan merusak kepercayaan orang yang mengambil barang atau membeli darinya.

a�?Kami selalu menjaga kepercayaan pelanggan. Lagipula, nanti kan orang mau pakai buat zakat fitrah, jadi timbangan berasnya harus pas agar bisa langsung diserahkan ke penerima zakat,a�? terang Erni.

Harga 5 kilogram beras untuk saat mencapai 50 ribu. a�?Tapi tergantung naik turunnya harga beras di pasaran,a�? sambung ibu dari dua anak ini. (ton/r8)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost