Lombok Post
Politika

Diyah Ganefi Soroti Persoalan TKI NTB

TKI
Kritik Persoalan TKI: Senator DPD RI Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi saat menggelar FGD di Kantor DPD RI Perwakilan NTB, kemarin.

MATARAMA�– Senator DPD RI Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi menggelar Fokus Group Discusion terkait persoalan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Kegiatan itu berlangsung di Kantor DPD RI perwakilan NTB, kemarin.

Hadir dalam kesempatan itu Kepada Bidang Penempatan TKI Disnakertrans NTB H Zainal, Dosen Fakultas Hukum Unram Ani Suryani, Sri Sugesti dari BP3AKB, dan sejumlah perwakilan lembaga non pemerintah serta Lembaga Bantuan Hukum.

Diyah mengatakan banyaknya persoalan yang terjadi terkait pengiriman TKI menjadi perhatian tersendiri. Lagipula, persoalan-persoalan itu tidak kunjung tuntas dan justru terus terjadi.

Salah satu yang menjadi sorotannya adalah terkait kasus kekerasan terhadap Tenaga Kerja Wanita (TKW) dan persoalan lainnya seperti gaji tidak dibayar. a�?Banyak persoalan yang terjadi dalam pengiriman dan penempatan TKI asal NTB. Ini menjadi perhatian serius semua pihak terutama kami di DPD RI,a�? kata Diyah saat berbicara dalam kegiatan FGD di Mataram.

Hal lain yang menurut dia perlu diperhatikan adalah bagaimana menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Terlebih saat ini sudah mulai banyak pekerja asing seperti dari India yang masuk Indonesia. NTB sebagai pengirim tenaga kerja terbesar ketiga ke sejumlah negara harus bersiap-siap menghadapi MEA.

Diyah menegaskan pihaknya akan terus menjaring informasi dari semua pihak terkait persoalan TKI itu. Pihaknya berkomitmen untuk memperjuangkan berbagai hal yang menyangkut TKI NTB terutama mereka yang sedang menghadapi persoalan hukum di negeri orang.

Kepala Bidang Penempatan TKI Disnakertrans NTB H Zainal Abidin menejelaskan jika pihaknya memang sering menghadapi berbagai kasus TKI. Bahkan baru-baru ini dia sedang menyelesaikan kasus terkait adanya TKW berusia 15a��18 tahun di Malaysia.

Hingga Mei 2015, NTB sudah mengirim 15 ribu tenaga kerja ke luar negeri dan didominasi pengiriman tenaga kerja ke Malaysia. Bahkan pada 2014 NTB mengirim 45 ribu TKI ke Luar Negeri. a�?Berbagai program sudah kami tempuh untuk menyelesaikan persoalan TKI baik itu membentuk satgas, membangun komunikasi dengan negara penempatan, dan lainnya,a�? ujar Zainal.

Ani Suryani dari Unram mengatakan salah satu persoalan yang kerap melanda TKI NTB yakni menyangkut kasus perdagangan orang. Banyak contoh kasus perdagangan orang berkedok pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.

a�?Yang selalu menjadi tameng adalah adanya MoU antara negara yang semestinya harus bisa dimanfaatkan untuk kepentingan TKI. Tapi memang perlu ada regulasi pra penempatan dan saat pemulangan TKI tersebut,a�? papar dia. (tan/r12/*)

Berita Lainnya

Janji Korban Gempa Harus Dituntaskan

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Pendaftaran Calon Angota KPU Diperpanjang

Redaksi LombokPost

Sembilan Sekolah Lolos Babak Penyisihan Lomba Cerdas Cermat

Redaksi LombokPost

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

Redaksi Lombok Post

Pemilu Serentak 2019 Ribet

Redaksi LombokPost

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

Redaksi Lombok Post

Tiga Caleg DPRD NTB Dinyatakan TMS

Redaksi LombokPost