Lombok Post
Giri Menang Headline

Kekeringan Kian Meluas

kekeringan
BANTUAN AIR: Bupati non aktif Zaini Arony saat meresmikan bantuan pengolahan air bersih di Desa Midang, awal tahun ini.

GIRI MENANGA�– Dampak kekeringan mulai dirasakan warga. Tidak hanya warga Dusun Senggigi, kekurangan air melanda pula Desa Kedaro.

Krisis air yang dialami warga sudah memasuki ketegori parah. Akibatnya mereka membutuhkan bantuan air bersih untuk keperluan minnum dan masak.

a�?Ada beberapa wilayah yang dilanda kekeringan. Tapi, yang paling parah ada di Desa Kedaro,a�? kata Camat Sekotong Lalu Ali Sadikin, kemarin.

Merujuk data tahun lalu, ada beberapa desa yang terancam kekeringan. Di antaranya, Desa Sekotong Tengah, Cendik Manik, Sekotong Barat, dan Pelangan.

Menurut Ali, sekarang kekeringan di Desa Cendik Manik sudah teratasi. Air PDAM telah masuk ke rumah-rumah warga, sehingga kekurangannya bisa diminimalisir.

Ia menyebutkan, ada beberapa titik yang menjadi langganan kekeringan. Laporan demi laporan kekurangan air mulai menumpuk di kantornya.

Untuk itu dia meminta pemerintah segera menindaklanjutinya. Karena, masyarakat membutuhkan air, apalagi penggunaan air jelang lebaran ini sangat tinggi. a�?Harapan warga ada bantuan air dari pemerintah,a�? aku dia.

Pengalaman tahun lalu, kata dia, untuk mengatasi kekeringan pihaknya bersurat kepada BPBD. Mereka meminta agar didistribusikan air bersih. Cara yang sama, sambung dia, kembali diterapkan tahun ini. a�?Kami bersurat juga kepada BPBD perihal kebutuhan air ini,a�? terangnya.

Disamping berkoordinasi dengan BPBD, Ali mengaku, pihaknya meminta pula bantuan PDAM. Permintaan itu mendapat sambutan baik, dan PDAM siap mendistribusikan air sesuai kebutuhan warga. a�?PDAM menyanggupinya,a�? tandasnya.

Sementara, Camat Lembar Suhaili mengaku, sejauh ini belum ada laporan kekeringan. Tapi, ancaman kekeringan tetap diwaspadai. Karena, tahun lalu kurang dari sepuluh titik dilanda kekeringan. a�?Laporan kekeringan belum ada sampai saat ini,a�? aku dia, kemarin.

Biasanya, daerah rawan kekeringan berada di Desa Mareje dan Labuan Tereng. Namun, laporanA� dari dua lokasi itu belum disampaikan kepada pihak kecamatan. a�?Untuk mengatasi kekeringan ini, kami sudah minta sumur bor,a�? jelasnya.

Jika memang ada laporan kekeringan, tambah dia, pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan berkoodinasi dengan BPBD dan Dinsos. Mengingat, kebutuhan air sangat sentral. a�?Kalau ada laporan, kami akan minta dibawakan air menggunakan mobil tangki,a�? pungkasnya. (jlo/r12)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost