Lombok Post
Metropolis

THR Byarpet, Karyawan PLN Demo

TENANGKAN: Sejumlah staf PLN menenangkan para demonstran yang tidak mau meninggalkan kantor PLN NTB

MATARAM – Puluhan orang yang mengaku sebagai karyawan PLN mendatangi kantor PLN NTB. Para pekerja yang rata-rata bertugas di bagian Penagihan dan pencatat meter, menuntut THR yang belum dibayarkan hingga H-5 lebaran.

Burhan salah satu demonstran mengaku hal ini berulang kali terjadi, bahkan hampir setiap tahun. Pria yang sudah lima tahun bekerja sebagai pencatat meter dan penagih iuran listrik tersebut sudah sangat terdesak kebutuhan lebaran.

a�?Harusnya paling telat H-7 sudah cair, kebutuhan kami juga sudah semakin mendesak,a�? ujarnya.
Ia mengatakan, dirinya belum apa-apa dibanding dengan karyawan lainnya. Bahkan ada yang sudah bekerja hingga 20 tahun lamanya. a�?Vendornya aja baru satu tahun, kita sudah ada yang dua puluh tahun,a�? cetusnya.

a�?Teh poci sudah, teh botol sudah, eh..THR malah byarpet,a�? teriak mereka serempak.

Sementara itu Humas PLN NTB, Amrullah mengatakan para demonstran tersebut bukanlah karyawan PLN, melainkan pegawai milik vendor pilihan PLN. a�?Mereka punya kontrak sama PT Tata Cahaya Lombok (TCL). Bukan karyawan PLN,a�? ujarnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya hanya akan mengkoordinaskan masalah tersebut pada TCL sebagai vendor yang menaungi para karyawan. a�?Itu kewenangan TCL, kita hanya sebagai penengah,a�? cetusnya.

Dikatakannya, meskipun permasalahan ini mencuat, pihaknya belum bisa mengganti PT TCL sebagai vendor. Pasalnya, selain dinilai lebih murah, PT TCL juga dianggap sudah sangat berpengalaman.

Namun, pertanyaan baru justru muncul dari perusahaan penyedia karyawan bagi PLN tersebut. Meskipun TCL sendiri baru bekerja sama dengan PLN satu tahun lalu. Namun perusahaan tersebut bisa memperkerjakan karyawan yang sudah berpuluh puluh tahun bekerja untuk Perusahaan Listrik Negara tersebut. a�?Itu urusan vendornya, kita tidak tahu,a�? kata Amrullah. (cr-van/r8)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost