Lombok Post
Metropolis

Alhamdulillah, Ramainya Tak Hanya di Mal

MERENUNG : Beberapa warga terlihat tengah berdiam diri dengan berbagai aktivitas di masjid raya Attaqwa Mataram

MATARAM – Kemarin malam (14/7), ratusan masyarakat Kota Mataram memadati Masjid Raya Attaqwa Kota Mataram. Mulai jelang berbuka, salat tarawih hingga waktu salat subuh. Beberapa warga bahkan sengaja datang bersama istri dan anak atau keluarga lainnya dengan tujuan berdiam diri di masjid untuk beribadah.

Mereka datang dengan membawa perlengkapan tidur seperti tikar dan bantal agar bisa bermalam di masjid dengan niat itikaf. “Saya sengaja datang ke sini dengan tujuan itikaf mas. Rencananya saya baru pulang selepas salat subuh,” terang Lalu Wirama, warga lingkungan Oloh Monjok Barat kepada Lombok Post.

Bersama kedua orang sahabatnya, H Asip warga asal Bengkel dan Lalu Saprudin dari Kuripan Lombok Barat, Lalu Wirama berniat melakukan itikaf untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ia menerangkan itikaf bukan hanya sekedar berdiam diri saja di masjid. Melainkan dengan beritikaf seseorang bisa merenung dan mengintrospeksi diri atas perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan. “Keutamaan itikaf sangat banyak. Membuat batin tenang, mendekatkan diri kepada Allah SWT. Lebih menyadari kesalahan dan apa yang harus diperbuat ke depan dan tentunya mendapatkan pahala yang besar, apalagi ini Bulan Ramadan,” terang H Asip turut memberikan penjelasan.

Ketika beritikaf, ketiga sahabat ini menjelaskan beberapa hal yang bisa dilakukan. Misalnya saja membaca alquran, berdzikir, salat sunah dan juga tidur. “Alangkah baiknya kita bisa mengerjakan ibadah ketika sedang itikaf di masjid,” ujar Lalu Saprudin.

Dzikir dijelaskan akan membuat seseorang terus mengingat sang penciptanya. Selain itu, beberapa salat sunah seperti salat tahajud, salat istikharah, salat tasbih, salat fidyah, salat taubat maupun yang lainnya sangat dianjurkan dikerjakan ketika sedang beritikaf.

Dikatakan, jika sudah diniatkan untuk itikaf, tidur di masjid pun dinilai sbagai sebuah ibadah. Dengan ketentuan tentunya tetap menjalankan ibadah salat wajib ketika waktunya telah tiba. Akan lebih bagus lagi, orang yang beritikaf di masjid tidur kemudian berniat bangun tengah malam untuk salat sunah tahjud atau ibadah yang lainnya.

Durasi waktu itikaf dikatakan tidak ditentukan waktunya. Bisa saja sejam, dua jama atau sehaian penuh tergantung niat orang yang ingin melakukan itikaf. “Waktunya pun tidak harus malam, bisa pagi, siang atau sore,” jelas Lalu Wirama. “Makanya kalau datang ke masjid ada baiknya diniatkan juga untuk beritikaf,” sambungnya.

Itikaf yang dilakukan warga dini hari kemarin dihajatkan untuk mendapat keberkahan Ramadan. Mendapat berkah dan hidayah serta ampunan dari Allah SWT. (ton/r8)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost