Lombok Post
Giri Menang

Polisi Kawal Konvoi Malam Takbiran

Polisi
Kapolres Lobar AKBP Yulianus Yulianto

GIRI MENANGA�– Polisi memberikan kelonggaran bagi warga untuk menggelar takbir keliling. Masyarakat yang hendak menggelar takbir diminta untuk melapor.

Gelaran takbir keliling ini mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Polres Lobar mengerahkan ratusan anggota. Mereka akan dikirim ke tiap-tiap kecamatan yang menggelar takbiran keliling.

a�?Sudah pasti ada anggota yang kami turunkan. Mereka akan mengawal dari titik start hingga selesai,a�? kata Kapolres Lobar AKBP Yulianus Yulianto, kemarin.

Jumlah titik ramai malam takbiran hampir ada di semua kecamatan. Lembar sebanyak enam titik dan disiagakan 35 personel. GerungA� 11 titik dikawal 89 personel, Kediri enamA� titik dan dikawal 42 personel, Labuapi lima titik dan dikawal 35 personel.

Sementara, di Kecamatan Batulayar empat titik dan dikawal 17 personel, Pemenang 16 persimpangan dan Tanjung 16 persimpangan. Sedangkan, anggota yang standby di Polres sebanyak 158 personel. a�?Total 34 titik dengan jumlah total 411 personel,a�? kata Yulianus.

Ia menjelaskan, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan warga. Mereka dilarang menggunakan mobil bak terbuka, seperti pikap, truk, dan sejenisnya. a�?Tidak boleh pakai mobil bak terbuka, karena berbahaya bagi peserta,a�? terang dia.

Takbiran memakai mobil bak terbuka, sambung dia, telah dilarang oleh undang-undang. Jadi, masyarakat yang hendak menggelar takbir keliling, bisa menggunakan mobil, bus, atau sebagainya.

a�?Kami sudah imbau untuk tidak menggelar takbir keliling menggunakan bak terbuka, berkonvoi dan sebagainya di jalan raya,a�? ujar dia.

Takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri bakal lebih khusyu’ jika digelar di masjid-masjid atau di musala.A� Menurut dia, demi keamanan dan keselamatan bersama, akan lebih bagus kalau takbiran digelar di tempat ibadah. a�?Keamanan harus diperhatikan,a�? tegas dia.

Selain itu, tambah dia, peserta dilarang menggelar takbir menggunakan motor, apalagi konvoi di tengah jalan yang berdampak terganggungnya arus lalu lintas. Di samping menganggu kenyamanan pengendara lain, risiko kecelakaan juga sangat besar. a�?Kami juga larang pakai knalpot bising. Kalau ditemukan akan ditindak,a�? pungkasnya. (jlo/r12)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost