Lombok Post
Praya

Agendakan Perayaan Hari Besar Tiap Tahun

JAGA KEAMANAN: Camat Pujut Lalu Wiraksa (kanan) mengarahkan peserta pawai lampion pada malam takbiran Kamis malam (16/7) lalu.

Pemerintah Kecamatan Pujut terus mencari cara menghilangkan kesan daerahnya masuk garis merah. Salah satunya dengan menggelar perayaan hari-hari besar setiap tahunnya.

***

KECAMATAN Pujut di Lombok Tengah sudah dipimpin 11 orang camat. Selama itu, baru kali ini wilayah yang memiliki kekayaan pantai itu menggelar pawai lampion.

Kegiatan yang melibatkan 16 desa dan 267 dusun itu dipastikan akan dilaksanakan setiap tahunnya. Termasuk, kegiatan memeriahkan HUT Kemerdekaan 17 Agustus, HUT Gumi Tatas Tuhu Trasna dan berbagai perayaan hari besar nasional serta keagamaan.

Pawai lampion menyambut Lebaran tahun ini dipusatkan di kantor camat setempat. Star dari kantor camat bersangkutan di Desa Sengkol, lalu memutar menuju Desa Pengembur, Tanak Awu dan Ketare, hingga kembali ke Desa Sengkol. Warga pun sangat antusias menyaksikan pagelaran pawai yang baru pertama dilaksanakan di Pujut tersebut.

Mereka pun tidak perlu jauh-jauh lagi menonton pawai lampion di Praya atau daerah tetangga. Kegiatan yang ditetapkan sebagai rutinitas tahunan itu, disambut suka cita. Pertengahan Agustus mendatang, tepatnya pada 17 Agustus kegiatan serupa akan digelar dengan penuh semarah dan meriah. Begitu seterusnya.

Kebijakan itu tentu memiliki alasan kuat. Camat Pujut Lalu Wiraksa yang dilantik pada 26 Mei lalu menginginkan wilayahnya aman. Kesan wilayahnya sebagai garis merah, ingin dihilangkan secara pelan-pelan. Memang membutuhkan waktu, tenaga dan materi. Namun, Wiraksa yang merupakan keturunan tokoh terpandang di wilayah selatan itu, siap menjalankan tugas pertamanya sebagai orang nomor satu di wilayah Pujut yaitu keamanan.

Dia memusatkan perhatian menyangkut keamanan itu, di wilayah di luar dan di dalam obyek wisata, dari Teluk Awang sampai Kuta. Khususnya, Dusun Songgong Desa Sukadana yang selalu menjadi cerita biasa terjadinya aksi pembegalan, perampokan, pencurian dan pencopetan wisatawan lokal, nusantara maupun asing.

Bagi Wiraksa, urusan promosi pariwisata telah dijalankan dengan sukses dinas atau instansi terkait, dia tinggal mengawalnya saja. Dengan cara, keamanan yang dimaksud. Dia pun telah membangun kerjasama dengan Polsek Kuta dan Sengkol, Koramil Pujut, Satpol PP, unsur pemerintah desa, dusun, pamswakarsa tokoh masyarakat, agama dan pemuda.

a�?Saya tidak akan lepas dari Polisi dan TNI. Merekalah yang menjadi ujung tombak program keamanan di wilayah Pujut ini bisa sukses,a�? ujarnya.

Diwaktu-waktu tertentu, dia bersama aparat bersangkutan melaksanakan patroli gabungan, menyisir wilayah yang dianggap rawan aksi kejahatan. Dia pun tidak mau menghitung berapa besar dana pribadi yang dikeluarkan, yang penting bagi Wiraksa keamanan menjadi hal mutlak yang harus dijalankan secara bersama-sama.

a�?Insya Allah, dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, maka agenda perayaan hari besar nasional maupun agama, adalah salah satu pendekatan kami untuk mengajak masyarakat menjaga keamanan wilayahnya masing-masing,a�? ujarnya.

Menurut Wiraksa, tidak ada kata terlambat menyangkut urusan keamanan. Selama ada niat dan keinginan, maka akan berjalan sukses. a�?Setiap perayaan nantinya, lagi-lagi saya tetap berkoordinasi dan komunikasi dengan kepolisian dan TNI,a�? katanya.(Dedi Shopan Shopian/Loteng/bersambung/r3)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Hujan Datang, Longsor Mengancam

Redaksi LombokPost

Anggaran Tidak Terduga Tetap Tersedia

Redaksi LombokPost

PAD Bocor, Pemkab Libatkan BPK

Redaksi LombokPost