Lombok Post
Giri Menang Headline

Honorer K2 Terindikasi Pakai Ijazah Palsu

honorer
HONORER: Plt Bupati Fauzan Khalid menyerahkan SK CPNS secara simbolis kepada para tenaga honorer K2 di Lombok Barat.

MATARAM – Setelah lama menanti tanpa kejelasan, akhirnya 256 tenaga honorer kategori II di lingkup Pemkab Lombok Barat bisa tersenyum lebar. Pekan lalu, secara resmi mereka menerima SK CPNS. Namun, dua orang di antaranya nasibnya kini digantung. Pasalnya, dua honorer K2 itu dilaporkan menggunakan ijazah palsu.

Penyerahan SK 256 tenaga honorer K2 itu dilakukan langsung oleh Plt Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid di kompleks kantor Bupati Lobar. Turut pula diserahkan pada saat yang sama, SK CPNS para pelamar umum.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lombok Barat Syukron mengatakan, para honorer K2 ini telah menjalani proses ujian seleksi pada 3 November 2013. Namun, sejak saat itu, SK CPNS untuk mereka terkatung-katung lantaran proses yang terhambat di Badan Kepegawaian Daerah.

Dia mengatakan, sebetulnya yang turut serta seleksi honorer K2 adalah 732 orang. Saat ujian seleksi, ada empat peserta yang tidak ikut. Dan setelahnya diketahui yang lulus ujian seleksi 258 peserta.

Belakangan, dalam proses pelengkapan dokumen, ada dua orang yang tidak melengkapi dokumen, lantaran terindikasi menggunakan ijazah palsu. Kasus penggunaan ijazah palsu itu pun kini sedang di selidiki dan diproses Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Sehingga dua tenaga honorer K2 itu, SK nya pun tertunda. a�?Jadi yang sudah menerima SK 256 pegawai,a�? katanya.

Dari jumlah itu, sebanyak 208 orang honorer K2 tersebut adalah tenaga guru. Dua orang tenaga kesehatan dan 43 lainnya adalah tenaga teknis.

Guru tersebut selanjutnya penempatan mereka diatur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat. Sementara sesuai dengan penempatan, untuk guru berada pada otoritas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan di BKD 3 orang, Badan Pelaksana Penyuluh 3 orang, Dinas Kesehatan 6 orang, Dinas PU 1 orang, Kantor Camat Sekotong 2 orang dan Rumah Sakit Umum Daerah Gerung 1 orang.

Sementara itu melalui jalur formasi umum kata Syukron, yang melamar sebanyak 1.616 orang. Setelah melalui jalur tahapan penyerahan berkas dan penyeleksian administrasi sehingga yang lulus hanya 34 orang.

Dimana dengan rincian 20 orang dari tenaga guru, 12 dari tenaga kesehatan, 2 tenaga teknis. Guru ditempatkan di Dikbud, di Dinas Kesehatan 5 orang, RSUD Tripat tujuh orang, Inspektorat 1 orang dan di Dinas Pendapatan dan Penegelolaan Keuangan Daerah 1 orang.

Sementara itu, Plt Bupati Lombar Fauzan Khalid meminta kepada seluruh penerima SK CPNS supaya ikhlas dan serius dalam bekerja. Dengan mengantongi SK CPNS, kata dia bukan berarti harus menjadikan para pegawai tersebut jemawa. a�?Jangan merasa sekarang sudah punya pangkat dan memiliki kesejahteraan lebih baik lalu lupa diri,a�? kata Fauzan.

Dia justru memberi warning, kalau SK CPNS yang telah dikantongi seluruh tenaga honorer K2 tersebut menuntut tanggungjawab kinerja yang lebih baik. “SK ini tergolong nomor sekian. Yang utama itu adalah kinerja,” tandas dia. (cr-rid/r12)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost