Metropolis

Putu Selly Jabat Plt Wali Kota?

Hj Putu Selly Andayani

MATARAM – Teka-teki pejabat sementara (Plt) Wali Kota Mataram menemui titik terang. Informasi yang diperoleh Lombok Post dari orang dekat Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi menyebut nama Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) NTB Hj Putu Selly Andayani.

a�?Sudah hampir pasti yang akan menjadi Plt Wali Kota Mataram Ibu Hj Putu Selly. Sepertinya ini tidak akan berubah hingga 10 Agustus mendatang,a�? terang sumber yang enggan disebutkan namanya itu.

Selly akan mengisi kekosongan posisi Wali Kota Mataram karena masa jabatan H Ahyar Abduh dan wakilnya H Mohan Roliskana akan berakhir 10 Agustus mendatang. Dan, jika itu benar-benar terjadi, tentu ini bisa menjadi bencana bagi pasangan H Ahyar Abduh-H Mohan Roliskana (Aman). Sebab, penunjukkan Putu Selly dianggap berbau politis.

Tak heran, spekulasi di kalangan masyarakat mulai terjadi. Alasannya, Putu Selly merupakan istri dari H Rachmat Hidayat, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTB. Dan seperti diketahui, lawan Aman di Pilkada mendatang, yaitu pasangan H Rosiady Sayuti-H MNS Kasdiono (Rido) yang diusung oleh PDIP. Sehingga, Selly dikhawatirkan tidak netral dalam proses Pilkada yang akan digelar 9 Desember mendatang.

Namun, Pakar Komunikas Politik IAIN Mataram DR Kadri menilai penunjukan Selly merupakan hal biasa. Siapapun yang ditunjuk Gubernur untuk menjadi Plt Wali Kota Mataram, pasti akan menimbulkan kekhawatiran salah satu pihak. a�?Tapi yang perlu diingat itu adalah penunjukan Plt tidak bisa sembarangan. Ada kriterianya,a�? tegas Kadri.

Menurutnya, Plt adalah suatu yang biasa. Tapi menjadi luar biasa karena adanya Pilkada. a�?Dan ingat, untuk mencari orang yang benar-benar netral, orang yang benar-benar obyektif itu mustahil di dunia ini. apalagi kalau sudah dikait-kaitkan dengan politik,a�? tandasnya.

Di tempat terpisah, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menyikapi penunjukkan Hj Selly sebagai Plt Wali Kota dengan bijak. “Sampai detik ini saya tidak tau siapa yang ditunjuk sebagai Plt Wali Kota Mataram. Kalaupun memang nantinya beliau (Putu Selly, Red) yang ditunjuk, saya berbaik sangka saja. Saya percaya dan berharap beliau menjalankan tugas serta amanah dengan baik sesuai dengan kapasitasnya,” terang Ahyar.

Yang terpenting, bagi Ahyar, Plt Wali Kota harus bisa menjaga kondusivitas Kota Mataram dan melaksanakan tugas pokok dalam pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Ahyar percaya, siapapun yang ditunjuk oleh Gubernur adalah figur yang akan menjalankan roda pemerintahan dengan baik.

“Saya titipkan Kota Mataram. Saya berharap Plt bisa melaksanakan tugas sebagai mana mestinya. Salah satu tugas terpenting Plt yakni bisa mewujudkan Pilkada yang sehat, bersih, demokratis dan berkualitas,” jelasnya.

Senada dengan komentar Wali kota, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana juga memberikan tanggapan. “Siapapun yang ditunjuk sebagai Plt, bagi kami tidak masalah. Karena penunjukkan tersebut merupakan kewenangan penuh Gubernur,” ujarnya saat ditemui di kediamannya.

Mohan percaya, gubernur pasti punya pertimbangan tertentu menunjuk Plt Wali Kota. “Mungkin secara administrasi dan kapasitas beliau memang pantas untuk menjabat Plt Wali Kota,” lanjutnya.

Untuk itu, ia juga berharap Plt bisa menjalankan tugas dengan baik. Kalaupun nantinya dalam penunjukkan Plt ada unsur kepentingan politik, menurutnya tugas Plt sudah jelas dibatasi oleh aturan yang ada dan bersifat sementara.

“Hanya untuk kelancaran administrasi pemerintahan sampai ada kepala daerah Definitif. Jadi Plt tidak bisa melaksanakan semua portofolio yang melekat pada jabatan Wali Kota. Untuk itu, Plt harus steril dari urusan politik praktis. Karena negara dan publik akan mengawasi,” pesannya.

Penunjukan Hj Selly juga menuai respon dari sejumlah Kepala SKPD di Kota Mataram. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram, H Sudenom misalnya. Ia percaya Hj Selly akan menjalankan tugas dengan baik dan bersifat netral dalam Pilkada mendatang. “Saya pikir Bu Selly akan bekerja dengan profesional demi karir dan masa depannya,” ujarnya singkat.

Kepala BPM Kota Mataram L Syaiful Mukmin juga mengutarakan hal sama. “Pada prinsipnya kami selaku aparatur sipil negara, siapapun yang menjadi Plt Wali Kota, kami akan bekerja sesuai tupoksi kami masing-masing. Tentu Plt Wali Kota juga akan berlaku demikian,” terangnya.

Ia berharap Plt Wali Kota bisa melaksanakan tugas sesuai aturan. “Khusus untuk Pilkada, Plt Wali Kota harus bisa memposisikan diri untuk bersifat netral terhadap para pasangan atau kandidat yang akan bertarung,” pungkasnya. (ton/r8)

Related posts

Hj Ermalena dan BKKBN Dukung Lomba Hias Perahu Tanjung Luar

Redaksi Lombok Post

Namanya Juga Dinas PU….

Iklan Lombok Post

Nasib Mutasi Masih Misterius

Iklan Lombok Post

Leave a Comment