Lombok Post
Metropolis

Disbudpar Siapkan Swakelola Sampah

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB H Lalu Mohammad Faozal

MATARAM – Cibiran wisatawan mancanegara soal tumpukan sampah di sejumlah destinasi wisata di NTB jangan dianggap angin lalu. Banjirnya keluhan mereka di jagat maya perlu segera disikapi. Itu sebabnya, sedari awal tahun, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTB mengkampanyekan program destinasi wisata bersih.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB H Lalu Mohammad Faozal menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak untuk mengatasi masalah sampah di obyek wisata. Tidak hanya pemerintah, melainkan juga masyarakat dan pelaku wisata.

Diakui, destinasi wisata andalan NTB saat ini memang belum siap mengatasi masalah sampah secara permanen. Sehingga, persoalan yang sama terus berulang dari tahun ke tahun dan sekian lama menjadi gunjingan.

a�?Ini jadi peringatan bagi kita bahwa kedepannya perlu didorong agar destinasi wisata yang sudah mejadi andalan, perlu dilengkapi dengan manajemen sampah yang baik,a�? kata Faozal.

Diberitakan sebelumnya, menumpuknya sampah di obyek wisata andalan NTB kian ramai jadi gunjingan wisatawan di dunia maya. Berbagai ulasan bernada kritik mereka tulis di situs terkemuka Tripadvisor.com yang menjadi acuan perjalanan wisata dunia. A�A�A�A� Sebagian bahkan ada yang menyarankan wisatawan lain untuk tidak datang karena kecewa melihat obyek wisata yang kotor dan tak nyaman. Beberapa destinasi yang dianggap kotor, termasuk pantai Kuta, tiga gili, hingga Gunung Rinjani.

Ke depannya, ia mewacanakan adanya swakelola sampah di masing-masing destinasi andalan. Artinya, masyarakat dan pelaku usaha wisata setempat yang bersama-sama menjaga kebersihan destinasi.

a�?Bisa dicontoh swakelola sampah yang sekarang sudah mulai berjalan di Gili Trawangan. Asosiasi pelaku wisata di sanaA� mengumpulkan iuran setiap bulan untuk membayar petugas kebersihan. Ini bisa ditiru di obyek wisata lain,a�? paparnya.

Ia optimis swakelola sampah itu bakal menjadi solusi paling tepat. Setiap destinasi harus memiliki petugas kebersihan. a�?Kalau misalnya diurus oleh pemerintah saja, tidak akan sanggup. Dari segi petugas sudah terbatas dan jarak destinasi juga biasanya jauh dari pusat pemerintahan,a�? kata Faozal.

Sementara, untuk kebersihan obyek wisata di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Disbudpar NTB mengaku sudah mengkomunikasikan hal tersebut dengan pihak TNGR. TNGR sendiri sudah menyanggupi untuk melakukan pembersihan alias clean up di Rinjani setiap seminggu sekali.

a�?TNGR kan sudah sepakat dengan itu. Ke depannya, kita tinggal tunggu komitmen mereka melaksanakan janji itu,a�? pungkas Faozal.

Sementara itu, Kepala Badan Promosi Pariwisata daerah NTB Taufan Rahmadi mengatakan, cibiran para wisatawan di dunia maya, hanya bisa diredam dengan aksi nyata. a�?Ini tidak mudah tapi jangan menyerah,a�? katanya. (uki/r12)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost