Lombok Post
Bima - Dompu

Dukungan PPP Romy Ditolak KPU Bima

Pendaftaran H Bambang

BIMA – Ketua KPU Bima Siti Nursusila memastikan pasangan calon Syukur (H Syafrudin dan H Masykur) telah memenuhi syarat 20 persen kursi hasil Pileg 2014 lalu. Dari syarat 9 kursi dukungan, pasangan ini telah menyerahkan 11 kursi DPRD. Terdiri dari, NasDem 3 kursi, Demokrat 5 kursi dan PDIP 3 kursi. Sementara 3 kursi PPP munas Surabaya yang juga mendukung pasangan ini harus ditolak.

“Sesuai aturan, kedua kubu PPP harusnya mengusulkan paket calon kepala daerah yang sama. Harusnya, kedua kubu menyerahkan SK pengusulan itu untuk pasangan ini, ” jelasnya.

Meski begitu, pasangan Syukur tetap memenuhi syarat dukungan dari parpol dengan mengantongi 11 kursi DPRD. “Walaupun PPP tidak dihitung, pasangan ini tetap memenuhi persyaratan menjadi calon,” tegasnya.

Sementara itu dalam konfrensi pers, H Syafrudin HM Nur berjanji akan melanjutkan semua proyek pembangunan yang dirintisnya demi kesejahteraan masyarakat Bima. Jembatan Lewi Mori, jalur dua batas kota hingga bandara. Termasuk jalur dua Godo a�� Samili untuk menyongsong perpindahan ibu kota kabupaten. a�?Insyaallah semua akan kita lanjutkan jika masyarakat memberi kepercayaan,a�? ujarnya.

Jembatan Lewi Mori akan dimulai tahun ini diawali dengan feasibility study. Tahun 2016 dilakukan pembebasan tanah dan pekerjaan. Proyek ini sudah masuk prioritas Bappenas. Pembangunan kantor bupati akan dituntaskan. Bahkan pada Mei 2016 nanti, kompleks tersebut akan ditempati dengan memboyong tujuh SKPD. Sisanya akan menyusul secepatnya.

Untuk mendorong kemajuan desa, H Syafrudin menegaskan akan mencari terobosan agar desa memiliki sumber pendapatan asli desa. Bagaimana caranya? H Syafrudin mengatakan akan mengembalikan tanah eks jaminan aparat desa untuk dikelola oleh desa.

Sementara Hj Rustina dan Hj Maryati H Masykur sepakat untuk mendukung suami mereka dalam memajukan Bima. Mereka akan berjuang untuk memajukan kalangan perempuan Bima. Baik dari sisi kesehatan maupun pendidikan. Demikian juga untuk anak-anak.

Sedangkan H Masykur menegaskan posisi dirinya sebagai wakil yang akan mendukung sepenuhnya kebijakan bupati. a�?Saya sadar sebagai wakil dan akan menempatkan diri sebagai wakil,a�? ujar pria yang sempat menjabat Camat Woha selama 15 tahun.

Pernyataan ini sekaligus untuk menangkis anggapan dualisme kepemimpinan di daerah nantinya. Bahkan H Syafrudin menjamin adanya pembagian tupoksi yang jelas antara bupati dan wakil bupati.

H Masykur adalah birokrat yang merintis karir dari bawah hingga ke puncak. Tidak heran jika banyak orang yang menganggap ini sebagai pasangan ideal. Bupati dengan latar belakang pengusaha dan politisi didukung dengan ihlas oleh H Masykur yang punya latar belakang birokrasi sejati.

Selain menjadi Camat Woha, H Masykur juga sempat menjadi Camat Rasanaa��e. Menjadi kepala BPMPDes, Kabag APP, asisten hingga Sekda. Berbagai pengalaman birokrasinya dibutuhkan di era otonomi desa saat ini.
Pasangan ini Senin (27/7) siang telah mendaftar ke KPU Kabupaten Bima diusung Partai NasDem, Demokrat, PDIP dan PPP.

Dalam konferensi pers, pasangan yang dikenal dengan sebutan a�?Syukura�? ini optimis meraih kepercayaan masyarakat. Berbagai ikhtiar yang dilakukan selama satu setengah tahun ini dipastikan akan berlanjut dengan mempertimbangkan keseimbangan wilayah.

“Semoga kita masih diberi kepercayaan untuk tetap memimpin Bima agar terus melanjutkan pembangunan yang belum selesai,” kata H Syafruddin.(edo/uba/r9)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara