Lombok Post
Metropolis

Gara-Gara Pencok, Warga Dua RT Terkapar

Pencok
RACUN: Lurah Pagesangan Made Gede Yasa (kiri), mendengar kronologi kejadian dari Nurhayati, salah satu korban keracunan, kemarin.

MATARAMA�– Sepuluh warga dari dua RT berbeda keracunan makanan tadi malam (27/7) sekitar pukul 18.30 Wita. Warga RT 03 dan RT 04 Lingkungan Bebidas, Pagesangan, Mataram itu keracunan setelah makan pencok (salah satu makanan khas Lombok).

Tujuh korban berasal dari RT 03 dan tiga berasal dari RT 04. Mereka diduga keracunan setelah memakan makanan yang terbuat dari gandum yang di beli Masa��ah, salah satu warga, di pasar Kebon Roek. Masa��ah sendiri turut menjadi korban.

a�?Korban mengalami mual dan pusing usai menyantap pencok,a�? ujar Herman, Ketua RT 03 Lingkungan Bebidas.

Herman menceritakan, kejadian berawal saat Masa��ah pulang berjualan dari pasar Kebon Roek. Ia membeli gandum sebanyak satu kilogram. Sesampainya di rumah, ia memasak lalu membagikannya kepada beberapa keluarganya yang ada di RT 03. Usai menyantap makanan tersebut, para korban mulai merasa mual dan pusing. a�?Kejadiannya itu setelah salat Isya,a�? lanjutnya.

Warga yang keracunan dikumpulkan di rumahnya. Ia pun langsung menghubungi keponakannya, Khusnul. Keponakannya tersebut merupakan seorang perawat di Puskesmas Pagesangan. Khusnul langsung memeriksa keadaan para korban dan memberikan pertolongan pertama.

Para korban diminta untuk meminum susu sebanyak mungkin. Pagi harinya, keadaan para korban mulai membaik. a�?Kasus tersebut telah dilaporkan pada kepala lingkungan. Kaling berjanji akan menindak lanjuti masalah ini,a�? tandasnya.

Sementara Lurah Pagesangan, Made Gede Yasa mengatakan, dua dari sepuluh korban dibawa ke IGD RSU Kota Mataram. “Karena kondisinya cukup parah,” kata Made.

Sementara Nurhayati, 45 tahun, salah satu korban mengaku ia tiba-tiba lemas, pusing, dan muntah-muntah setelah memakan pencok. “Setelah mengkosumsinya sekitar satu jam kemudian, saya jadi lemas, pusing dan muntah,” katanya ditemui di rumahnya, kemarin (27/7).

Kini sisa pencok yang dikosumsi warganya itu sudah dibawa ke BPPOM NTB. “Saya juga akan melakukan koordinasi dengan Dikes Kota Mataram terkait hal ini,” tambah Made.(cr-fer/cr-ian/r8)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post