Lombok Post
Metropolis

Pilih a�?Pelayana�? kok Rakyat Kelahi

PILKADA DAMAI : Para narasumber diskusi Ummat Bersatu NTB Damai” pada Minggu malam (26/7) mengharapkan pilkada serentak pada 9 Desember mendatang tidak menjadi sumber konflik. Apalagi jika menghembuskan isu SARA.

MATARAM – Bupati dan wali kota pada dasarnya adalah pelayan rakyat. Sebagai pemegang mandat tertinggi, rakyat adalah penentu siapa yang mau diangkat sebagai pelayan. Oleh karena itu sangat aneh ketika para calon pelayan yang dipilih ini justru mengobok-obok rakyat.

a�?Ini mau pilih pelayan kok kita yang ribut,a��a�� kata Ketua KNPI NTB Sulhan Muchlis dalam diskusi a�?Ummat Bersatu NTB Damaia�? Minggu malam (26/7)

Menurut Sulhan, masyarakat NTB sudah cerdas. Masyarakat tidak bisa diadudomba oleh para kandidat yang akan bertarung. Justru masyarakat NTB semakin kritis. Mereka tidak sekadar melihat tampang para kandidat. Rakyat kritis terhadap program yang ditawarkan para kandidat.

Sebagai pemegang mandat tertinggi masyarakat seharusnya mengkritisi para kandidat. Masyarakat harus tahu program apa yang akan ditawarkan oleh calon pelayan rakyat itu.

a�?Kita harus kritisi calon pelayan itu,a��a�� kata pria yang juga Wakil Ketua DPRD Lombok Barat ini.

Sementara itu Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB H Syahdan Ilyas mengatakan, para kandidat kepala daerah jangan sampai memecah masyarakat dengan menghembuskan isu SARA. Begitu juga masyarakat jangan mau diadudomba. Pada dasarnya pilkada ini menjadi momen untuk memilih pemimpin terbaik.

a�?Pilkada ini jangan menjadi sumber konflik di masyarakat,a�? katanya.

Dikatakan, pada dasarnya masyarakat Indonesia, khususnya NTB selalu cinta damai. Tidak pernah terjadi konflik bermuatan SARA. Hanya saja, ada pihak tertentu yang memprovokasi sehingga keributan pecah. Orang-orang ini tidak menginginkan NTB harmonis. Tak sedikit kepentingan itu dilatarbelakangi kepentingan politik.

a�?Konflik dengan sentimen keberagaam lebih banyak ditunggangi,a��a�� katanya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah NTB Subhan meminta para kandidat yang bertarung mengedepankan politik santun. Para elit politik juga diharapkan memberikan contoh yang baik.

a�?Kita berharap pilkada ini menghasilkan pemimpin yang memiliki sifat kenegarawanan dan memintinggkan kepentingan masyarakat,a��a�� katanya. (fat/r12)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost